Alasan Satgas Waspada Investasi Blokir Tiktok Cash dan Snack Video

    Husen Miftahudin - 03 Maret 2021 20:30 WIB
    Alasan Satgas Waspada Investasi Blokir Tiktok Cash dan Snack Video
    Ilustrasi investasi bodong - - Foto: Medcom



    Jakarta: Satgas Waspada Investasi menyatakan aplikasi Tik Tok Cash dan Snack Video berpotensi merugikan pemakainya. Walhasil, aplikasi tersebut bersama dengan 26 entitas kegiatan usaha yang diduga ilegal pun telah diblokir.

    Mengutip dari instagram resmi OJK @ojkindonesia, Rabu, 3 Maret 2021, Satgas Waspada Investasi menyatakan bahwa Tiktok Cash tidak memiliki izin dan diduga sebagai skema money game. Dalam hal ini, pihak Tiktok menyatakan tidak terafiliasi dengan Tiktok Cash dan tidak pernah meminta sejumlah uang kepada pengguna.

    Satgas Waspada Investasi juga membeberkan cara Tiktok Cash bekerja, yakni dengan memberikan reward kepada anggotanya yang melakukan follow, like, dan menonton video Tiktok. Lalu anggota diminta membayar sejumlah uang untuk menjadi anggota, jumlahnya bervariasi sesuai tingkatannya.






    "Ketiga, memberikan keuntungan tambahan bagi anggota yang mengajak orang untuk bergabung sesuai dengan tingkatannya," papar Satgas Waspada Investasi.

    Sementara itu, pemblokiran Snack Video dilakukan lantaran aplikasi tersebut tidak terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan tidak memiliki badan hukum dan izin untuk melakukan kegiatan di Indonesia.

    "Satgas Waspada Investasi dalam rapatnya dengan pengurus Snack Video sudah meminta dan mendapat kesepakatan untuk menghentikan kegiatan aplikasi Snack Video sampai izin diperoleh."

    Terkait hal tersebut, Satgas Waspada Investasi meminta kepada masyarakat untuk selalu menggunakan layanan dan aplikasi dari entitas yang resmi dan berizin. Adapun informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang dapat diakses melalui Investor Alert Portal pada www.sikapiuangmu.ojk.go.id.

    "Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 157, WA 081157157157, email [email protected] atau [email protected]," pesan Satgas.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id