OJK dan BI Sinergi Meningkatkan Permintaan Masyarakat

    Husen Miftahudin - 30 Maret 2021 16:20 WIB
    OJK dan BI Sinergi Meningkatkan Permintaan Masyarakat
    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menilai penurunan bunga kredit perbankan bukanlah satu-satunya solusi untuk mendorong pertumbuhan kredit. Saat ini lebih dibutuhkan upaya bersama untuk mengembalikan permintaan (demand) masyarakat.

    "Efektivitas vaksin akan menjadi game changer bagi percepatan pemulihan ekonomi nasional karena akan memberikan kepercayaan bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas normal kembali," tegas Wimboh dalam keterangannya yang dikutip dari laman instagram OJK terverifikasi @ojkindonesia, Selasa, 30 Maret 2021.






    Adapun sinergi kebijakan OJK dilakukan bersama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas keuangan dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Pada tahun 2021, fokus sinergi kebijakan tidak hanya mempercepat pemulihan ekonomi nasional, namun meningkatkan permintaan masyarakat.

    Kemenkeu melakukan insentif pajak dan stimulus fiskal, dukungan kepada UMKM melalui subsidi bunga dan penjaminan kredit, Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah untuk kendaraan bermotor dengan kriteria tertentu, serta dukungan kepada korporasi melalui penjaminan kredit dan Penyertaan Modal Negara (PMN) pada BUMN.

    Sementara OJK melakukan relaksasi Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk kredit properti, kesehatan, dan kendaraan bermotor; melanjutkan kebijakan restrukturisasi kredit; kebijakan stabilisasi pasar modal (larangan short selling dan buyback tanpa RUPS), serta memperluas ekosistem digital UMKM.

    Sedangkan BI melakukan penurunan suku bunga acuan, relaksasi Loan To Value (LTV) kredit properti dan kendaraan bermotor, pelonggaran kebijakan moneter, serta penyediaan pendanaan untuk membantu beban APBN.

    Wimboh menegaskan bahwa akan terus mendukung kebijakan pemerintah untuk mendorong bangkitnya sektor usaha yang dapat memberikan multiplier effect tinggi bagi pemulihan ekonomi.

    OJK juga akan terus memperluas akses pembiayaan digital untuk UMKM sebagai daya ungkit bagi kegiatan perekonomian secara menyeluruh serta melanjutkan kebijakan stimulus melalui sektor keuangan untuk mendukung pertumbuhan sektor-sektor yang menciptakan lapangan kerja.

    "Seluruh kebijakan tersebut senantiasa disempurnakan dengan penguatan koordinasi dengan pemangku kepentingan, pemerintah, Bank Indonesia, dan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) untuk mengidentifikasi akar permasalahan, antara lain melalui pertemuan-pertemuan dengan asosiasi industri sektor riil dan industri jasa keuangan," tutup Wimboh.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id