Sempat Terkoreksi, Saham Berkah Beton Sadaya Kembali Bangkit

    Angga Bratadharma - 26 Maret 2021 07:55 WIB
    Sempat Terkoreksi, Saham Berkah Beton Sadaya Kembali Bangkit
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id



    Jakarta: Saham PT Berkah Beton Sadaya Tbk atau BEBS mencatat pergerakan yang dinamis karena sempat terkoreksi tetapi dalam beberapa waktu mampu bangkit kembali dan menyentuh posisi Auto Rejection Atas (ARA). Kondisi itu tentu akan menjadi perhatian tersendiri bagi para investor untuk menanamkan investasinya.

    Berdasarkan data RTI, Kamis, 25 Maret, saham BEBS diperdagangkan sebanyak 9.799 kali dengan volume 75,39 juta lembar dan nilai transaksi harian mencapai Rp38,77 miliar. Adapun saham BEBS di efek syariah sempat terkoreksi selama tiga hari berturut-turut.






    Berdasarkan catatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, 22 Maret, terpantau BEBS mengalami koreksi sebanyak Rp40 atau 6,78 persen ke level Rp550. Hingga Rabu, 24 Maret, saham BEBS berada di harga terendah Rp448.

    Namun tak lama saham BEBS kembali bangkit dan kembali berada di posisi ARA. Perdagangan saham pada Kamis, 25 Maret, berdasarkan data dari RTI, saham BEBS menguat Rp120 atau 25 persen ke Rp600. Saham BEBS diperdagangkan sebanyak 9.799 kali dengan volume 75,39 juta lembar dengan nilai transaksi harian mencapai Rp38,77 miliar.

    "Lonjakan tersebut menunjukan emiten BEBS sangat dinamis di bursa saham. Tentu ini akan menjadi catatan yang penting untuk kembali membangun kepercayaan para investor," kata Direktur Utama Berkah Beton Sadaya Hasan Muldhani, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 26 Maret 2021.

    Adapun gerak dinamis saham tidak hanya terjadi di saham BEBS yang baru melantai di pasar bursa tapi juga dialami saham di banyak emitan lainnya yang merupakan pemain lama.

    Pergerakan yang dinamis tersebut dipengaruhi oleh kondisi pandemi covid-19 sehingga trust value masyarakat pasar saham masih labil terutama di saham-saham baru. Sebagai pemain baru BEBS terus membangun kepercayaan para investor di bursa saham. Salah satunya menggenjot produktivitas dengan pengadaan investasi fasilitas produksi dan suplai bahan baku.

    Baru-baru ini BBS juga telah melakukan aksi konsolidasi rekanan dengan menandatangani kontrak suplai batu dan pasir senilai Rp416 miliar. Kontrak kerja sama melibatkan rekanan dua perusahaan yakni PT Sinar Pasogit Quarry (SPQ) dan PT Rimba Jaya Semesta (RJS).

    Penandatanganan kontrak dilakukan oleh masing-masing direktur dan GM perusahaan. Penandatanganan kontrak pertama antara Berkah Beton Sadaya dengan SPQ meliputi kewajiban rekanan untuk mensuplai pasir cor sebanyak 1,8 juta m³ senilai Rp306 miliar selama kurun lima tahun ke depan.

    Sementara penandatanganan kontrak kedua dengan PT Rimba Jaya Semesta menyangkut suplai Batu Split sebesar satu juta m³ senilai Rp110 miliar untuk kurun waktu yang sama.

    BBS telah memutuskan untuk go public. Emiten yang bergerak di bidang industri, konstruksi, perdagangan besar, dan penggalian tersebut sudah masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham BEBS. Pada 25 Februari 2021, OJK resmi menerbitkan satu Keputusan Dewan Komisioner terkait penetapan efek Syariah nomor KEP-08/D.04/2021.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id