comscore

Muhammadiyah Tetapkan Kripto Haram, CEO Indodax: Memang Bukan Mata Uang

MetroTV - 21 Januari 2022 16:46 WIB
Muhammadiyah Tetapkan Kripto Haram, CEO Indodax: Memang Bukan Mata Uang
Tangkapan layar Metro TV
Jakarta: Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram mata uang digital kripto sebagai alat investasi maupun alat tukar. Terkait hal itu, CEO Indodax, Oscar Darmawan angkat bicara. 

Ia mengatakan, di Indonesia aset kripto bukan dijadikan sebagai mata uang. "Di Indonesia aset kripto itu untuk komoditas saja. Sifatnya hanya untuk dikreditkan serta (untuk) investasi," kata Oscar dalam tayangan program Sisi Metropolitan di Metro TV, Jumat, 21 Januari 2022.
Oscar menilai adanya fatwa haram ini justru bisa menambah peluang komoditas dan investasi kripto di Indonesia. Terlebih pemerintah berencana membuat bursa kripto di Indonesia yang bisa meningkatkan pertanggungjawaban keamanan dan ekosistem yang baik dalam komoditas.

Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram mata uang digital kripto sebagai alat investasi. Alasannya, mata uang kripto dinilai memiliki banyak kekurangan jika ditinjau dari syariat Islam.

Baca: Dana Kabur dari Kripto Capai USD207 Juta

Muhammadiyah menegaskan standar mata uang yang dijadikan sebagai alat tukar seharusnya memenuhi dua syarat. Keduanya adalah diterima masyarakat dan disahkan negara. (Monique Handa Shafira)

(UWA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id