Waskita Karya: Pelunasan Utang Pemerintah Perbaiki Kinerja Keuangan

    Annisa ayu artanti - 01 Juli 2020 16:33 WIB
    Waskita Karya: Pelunasan Utang Pemerintah Perbaiki Kinerja Keuangan
    Waskita Karya. Foto: dok Waskita Karya.
    Jakarta: PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menyatakan pembayaran piutang proyek dan pengembalian dana talangan pengadaan lahan jalan tol oleh pemerintah akan memperbaiki kinerja keuangan perseroan.

    Direktur Utama Waskita Destiawan Soewardjono mengatakan demikian lantaran per 26 Juni 2020, total utang pemerintah untuk dana untuk pengadaan lahan jalan tol sebesar Rp3,71 triliun.

    "Outstanding pokok dana talangan pengadaan tanah jalan tol nilai Rp3,71 triliun," kata Destiawan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR-RI di Komplek Parlemen Senayan, Rabu, 1 Juli 2020.

    Ia menjelaskan selama ini Waskita Karya telah mengeluarkan dana talangan untuk pembebasan lahan jalan tol sebesar Rp20,97 miliar.

    Namun, hingga 26 Juni 2020 pemerintah baru membayarkan Rp17,26 triliun sehingga masih tersisa Rp3,71 triliun.

    Lebih lanjut, katanya, perusahaan konstruksi pelat merah itu juga meminjam dana talangan kepada kreditur dengan bunga yang mencapai Rp4 triliun.

    Tetapi berdasarkan bunga acuan BI 7DRR pemerintah hanya menutupi Rp1,68 triliun. Hal itu menurutnya menciptakan selisih cost of fund sebesar Rp2,31 triliun.

    "Terdapat potensi penambahan kas masuk dari selisih cost of fund yang ditanggung Badan Usaha Jalan Tol sebesar Rp2,31 triliun," sebutnya.

    Selain itu, seharusnya Waskita Karya memperoleh alokasi anggaran dari Kementerian Perhubungan untuk proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Sumatra Selatan sebesar Rp1,92 triliun.

    Menurut Destiawan penundaan pembayaran proyek dan pengembalian dana talangan dari pemerintah ini akan mengganggu keuangan perusahaan.

    Ia menyebutkan, tanpa pengembalian, utang berbunga perusahaan mencapai Rp56 triliun, total liabilitas perusahaan sebesar Rp78,9 triliun. Sementara jika pembayaran proyek dan pengembalian dana talangan segera dilunaskan maka utang berbunga perusahaan menjadi Rp52,9 triliun dan total liabilitas menjadi Rp75,2 triliun.

    "Jadi besar sekali pengaruh dari pembayaran itu ke kami. Itu yang kami harapkan," tukasnya.  
     



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id