Cek Legalitas Pinjaman Online Sebelum Meminjam

    Husen Miftahudin - 06 Juli 2020 18:35 WIB
    Cek Legalitas Pinjaman <i>Online</i> Sebelum Meminjam
    Foto: Grafis Medcom.id
    Jakarta: Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menemukan 105 fintech peer to peer lending alias pinjaman online ilegal. Secara total sejak 2018 SWI telah menemukan sebanyak 2.591 entitas pinjaman online ilegal.

    Penawaran pinjaman dari pinjaman online yang tak berizin sangat merugikan masyarakat. Selain mengenakan bunga tinggi dan jangka waktu pinjaman pendek, mereka juga akan meminta akses semua data kontak di ponsel nasabah.

    Parahnya lagi, pinjaman online ilegal bakal menyebarkan pesan singkat yang menyudutkan nasabah ketika angsurannya lewat dari jatuh tempo. Bahkan, data kontak tersebut digunakan pinjaman online ilegal untuk mengintimidasi saat penagihan.

    Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Tumbur Pardede mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan penawaran pinjaman online ilegal. Sebelum melakukan pinjaman, masyarakat perlu memastikan pihak yang menawarkan pinjaman online tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.

    "Kami selalu menekankan kepada masyarakat sebagai pengguna platform fintech peer to peer lending agar mengutamakan pengecekan legalitas platform fintech peer to peer lending terlebih dahulu," tegas Tumbur kepada Medcom.id, Senin, 6 Juli 2020.

    Legalitas platform pinjaman online yang dimaksud terdaftar di OJK dan sudah menjadi anggota AFPI. Ini penting agar peminjam (borrower) dilindungi OJK dan AFPI bila terjadi hal-hal yang bersifat merugikan pengguna pinjaman online yang terdaftar di OJK dan sudah menjadi anggota AFPI.

    Namun demikian, AFPI tidak dapat menjamin dan menanggung atas kerugian yang terjadi kepada konsumen dari aktivitas platform fintech peer to peer lending yang sudah menjadi anggota AFPI.

    "AFPI sebagai asosiasi resmi yang telah ditunjuk OJK sebagai mitra telah membuat kode etik dan aturan bagi seluruh anggota AFPI. AFPI juga memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi kepada anggota bila terbukti melanggar aturan dan kode etik tersebut," ungkap Tumbur.

    Untuk mengecek legalitas pinjaman online, masyarakat bisa menghubungi Kontak OJK 157 atau 081157157157 atau email konsumen@ojk.go.id dan waspadainvestasi@ojk.go.id. Sementara untuk mengecek pinjaman online tersebut telah menjadi anggota AFPI, masyarakat bisa mengklik tautan afpi.or.id/members.

    Adapun sampai saat ini pinjaman online resmi yang sudah terdaftar di OJK sebanyak 159 entitas. Sedangkan jumlah anggota AFPI hingga sekarang ini mencapai sebanyak 129 anggota.

    "Kami selalu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang industri peer to peer lending dan manfaatnya, termasuk memberi peringatan akan bahayanya fintech peer to peer lending (pinjaman online) ilegal," tutup Tumbur.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id