Publikasi 13 Pedagang Bitcoin Cs Demi Tingkatkan Keamanan Bertransaksi

    Husen Miftahudin - 26 Juli 2020 12:22 WIB
    Publikasi 13 Pedagang Bitcoin Cs Demi Tingkatkan Keamanan Bertransaksi
    Ilustrasi Bitcoin. Foto : AFP.
    Jakarta: Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) baru saja mengumumkan 13 perusahaan penyedia jasa kripto exchange resmi dan diizinkan beroperasi di Indonesia. Ke-13 perusahaan perdagangan aset kripto seperti bitcoin ini mendapat surat pernyataan terdaftar dari Bappebti sebagai Calon Pedagang Aset Kripto yang sah dan legal.

    "Bappebti mengumumkan 13 exchange tersebut, karena Bappebti perlu memberikan informasi kepada masyarakat terkait exchange yang telah mendapat tanda daftar sebagai Calon Pedagang Aset Kripto dari Bappebti, untuk menumbuhkan kepercayaan dan keamanan bagi masyarakat yang akan berinvestasi atau bertransaksi aset kripto," ujar Kepala Bappebti Tjahja Widayanti kepada Medcom.id, Minggu, 26 Juli 2020.

    Tjahja menjelaskan exchange yang telah mendapatkan tanda daftar dari Bappebti secara berkala dilakukan pengawasan oleh. Dengan pengawasan ini, para exchange diharapkan menaati peraturan Bappebti dalam bertransaksi dengan masyarakat.

    Pedagang bitcoin cs harus melakukan Know Yours Customer (KYC) kepada calon pelanggan sebelum bertransaksi, memiliki sistem transaksi yang terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), aset kripto yang diperdagangkan juga harus masuk dalam 500 besar capital market dunia.

    "Dengan demikian, diharapkan akan meningkatkan keamanan dalam bertransaksi aset kripto di exchange tersebut. Bagi exchange tersebut juga memiliki potensi untuk mengembangkan bisnisnya karena tumbuhnya kepercayaan dan keamanan masyarakat dalam melakukan transaksi aset kripto," tegas Tjahja.

    Terkait dengan pihak-pihak yang memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam bertransaksi aset kripto, Tjahja juga berharap publikasi 13 nama Calon Pedagang Aset Kripto yang telah mendapat tanda daftar dari Bappebti membuat masyarakat menjadi lebih berhati-hati dalam berinvestasi atau bertransaksi aset kripto.

    Adapun tanda daftar yang diberikan Bappebti kepada 13 perusahaan perdagangan aset kripto tersebut berlaku hingga akhir Juli 2020. Hal tersebut karena 13 perusahaan tersebut sudah melakukan serangkaian proses administrasi dan dianggap sudah mematuhi seluruh regulasi terkait industri baru tersebut.

    Karena perusahaan yang terdaftar hanya ada 13 entitas, maka jika ada perusahaan penyedia layanan kripto exchange yang beroperasi di luar izin Bappebti akan dianggap ilegal dan bakal dikenakan sanksi sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia. Karena perusahaan ilegal tersebut dianggap rentan melakukan tindak penipuan dan tidak terjamin keamanannya.

    Dalam hal ini, lanjutnya, Bappebti bekerja sama dengan Satuan Waspada Investasi (SWI) akan melakukan tindakan kepada pihak-pihak yang melakukan kegiatan tanpa izin sesuai dengan peraturan yang berlaku. Risikonya adalah sangat rentan, yakni dapat terjadinya kecurangan dan penipuan yang dilakukan oleh exchanger kepada nasabah.

    "Karena exchanger dalam melakukan kegiatan perdagangan aset kripto tidak mengikuti peraturan yang ditetapkan pemerintah dan tidak ada pihak yang melakukan pengawasan terhadap kegiatan yang dilakukan," tutur Tjahja.

    Berikut 13 perusahaan yang memperoleh tanda daftar dari Bappebti sebagai calon pedagang fisik aset kripto:

    1. PT Crypto Indonesia Berkat.
    2. PT Upbit Exchange Indonesia.
    3. PT Tiga Inti Utama.
    4. PT Indodax Nasional Indonesia.
    5. PT Pintu Kemana Saja.
    6. PT Zipmex Exchange Indonesia.
    7. PT Bursa Cripto Prima.
    8. PT Luno Indonesia Ltd.
    9. PT Rekeningku Dotcom Indonesia.
    10. PT Indonesia Digital Exchange.
    11. PT Cipta Koin Digital.
    12. PT Triniti Investama Berkat.
    13. PT Plutonex Digital Aset.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id