comscore

Asuransi Barang Milik Negara 75 Kementerian Lembaga Capai Rp36 Triliun

Husen Miftahudin - 23 Maret 2022 19:53 WIB
Asuransi Barang Milik Negara 75 Kementerian Lembaga Capai Rp36 Triliun
Ilustrasi. Foto: dok MI.
Jakarta: PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menyampaikan total aset gedung 75 kementerian/lembaga (k/l) yang diasuransikan mencapai lebih dari Rp36 triliun pada 2021. Hal ini merupakan program asuransi Barang Milik Negara (BMN) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam rangka menjaga aset-aset negara.

"Jumlah kementerian dan lembaga yang telah diasuransikan naik lima kali lipat dari tahun sebelumnya," ucap Direktur Pengembangan Bisnis PT Jasindo Diwe Novara, Rabu, 23 Maret 2022.
Adapun premi asuransi BMN tercatat tumbuh signifikan, dari sebelumnya Rp22,7 miliar pada 2020 menjadi Rp50 miliar pada 2021. Pertumbuhan lebih dari 100 persen ini selaras dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 97/PMK.06/2019 sebagai landasan pelaksanaan pengasuransian BMN.

"Seluruh kementerian dan lembaga akan mengasuransikan BMN yang dibeli atau diperoleh berdasarkan APBN atau perolehan lainnya yang sah dengan obyek pertanggungan yaitu gedung, bangunan, serta sarana prasarananya," tuturnya.

Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah mengatur bahwa pemerintah dapat menetapkan kebijakan asuransi atau pertanggungan dalam rangka pengamanan BMN tertentu dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan negara, dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 97/PMK.06/2019.

"Aset pemerintah yang akan diasuransikan tersebar dari Sabang hingga Merauke di 87 kementerian dan lembaga pemerintah di Indonesia, namun hal ini tergantung pada kesiapan anggaran masing-masing kementerian dan lembaga. Apalagi kondisi pandemi covid-19 ini masih berkelanjutan sehingga ikut memengaruhi pengalihan anggaran dari yang sebelumnya untuk pengasuransian BMN kepada penganggaran penanggulangan pandemi ini," terang dia.

Diwe menambahkan, Jasindo berkomitmen untuk mendorong dan memberikan pendampingan kepada kementerian dan lembaga dalam proses pengasuransian aset-aset negara hingga pelayanan klaim. Untuk sementara ini, aset yang diasuransikan  terbatas pada gedung bangunan yang meliputi, kantor, sarana pendidikan, hingga sarana kesehatan.

"Diperkirakan pada 2022 cakupan aset yang diasuransikan terus bertambah," harapnya.

Dijelaskan lebih lanjut, cakupan aset yang diasuransikan saat ini belum termasuk aset yang dimiliki pemerintah di luar negeri. Walaupun di tengah pandemi covid-19, DJKN bersama Jasindo dan konsorsium konsisten melakukan sosialisasi program asuransi BMN ke kementerian dan lembaga.

Diharapkan pemahaman asuransi dan dampak risiko bencana alam di lingkungan pemerintah, khususnya asuransi BMN terus meningkat. Kedepannya akan ada rencana pengembangan jenis aset negara lainnya yang akan diasuransikan seperti bandar udara, kendaraan, alat angkutan udara, alat angkutan perairan, jembatan, bendungan, inventaris dan sarana prasarana gedung, serta mesin.

"Sehingga apabila terjadi kerugian atau bencana atas BMN proses perbaikan atau pembangunan kembali objek tersebut dapat lebih mudah direalisasikan dibandingkan menggunakan anggaran negara secara langsung," tutup Diwe.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id