comscore

OJK Sasar Penyandang Disabilitas untuk Diedukasi Keuangan

Antara - 18 Januari 2022 08:16 WIB
OJK Sasar Penyandang Disabilitas untuk Diedukasi Keuangan
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Mataram: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menyasar kelompok penyandang disabilitas untuk diberikan edukasi tentang industri jasa keuangan. Hal itu dianggap penting karena mereka juga memiliki hak yang sama untuk diberikan perhatian.

"Baru tahun ini diprogramkan, kami akan coba susun seperti apa polanya, bisa juga di sekolah luar biasa, kita masuk ke situ mengenalkan menabung dan ciri uang rupiah," kata Kepala OJK NTB Rico Rinaldy, di Mataram, dilansir dari Antara, Selasa, 18 Januari 2022.
Ia mengatakan perhatian terhadap kelompok penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya mendukung literasi keuangan yang inklusif. Upaya mengedukasi kelompok penyandang disabilitas tentang literasi keuangan juga bagian dari pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016.

UU itu menegaskan, setiap badan usaha wajib menyediakan kesempatan kerja atau merekrut kaum difabel sebesar dua persen dari formasi yang tersedia. "Kami juga akan ingatkan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) NTB agar mereka ingat ada kewajiban mempekerjakan difabel," ujarnya.

Menurut dia, kelompok difabel memiliki potensi untuk bekerja atau berwirausaha, sehingga tidak menutup kemungkinan mereka bisa ditarik menjadi nasabah perbankan.

Oleh sebab itu, program edukasi yang akan diberikan kepada kelompok penyandang disabilitas akan dilakukan dengan menggandeng organisasi pembina, seperti Himpunan Wanita Difabel Indonesia (HWDI) NTB, selain bekerja sama dengan SLB.

"Selain memberikan edukasi tentang industri jasa keuangan, kegiatan pelatihan juga ada rangkaian bantuan sosial bagi penyandang disabilitas," ucap Rico.

Ketua Forum Wartawan Ekonomi NTB Ahmad Bulkaini mengapresiasi kepedulian OJK NTB yang akan mengedukasi kelompok penyandang disabilitas karena memiliki potensi berwirausaha secara mandiri. Ia menyebutkan data Dinas Sosial NTB, jumlah penyandang disabilitas yang tercatat sejak 2018 hingga 2020 sebanyak 28.026 orang.

Jumlah tersebut tersebar di 10 kabupaten/kota di NTB, yakni Kota Mataram sebanyak 1.222 orang, Kabupaten Lombok Barat 2.122 orang, Lombok Utara 3.103 orang, Lombok Tengah 7.386 orang, dan Lombok Timur 2.426 orang.

Selain itu, di Kabupaten Sumbawa Barat sebanyak 2.734 orang, Sumbawa 2.519 orang, Dompu 1.576 orang, dan Bima 1.409 orang, dan Kota Bima sebanyak 3.539 orang. "Ada 28 ribu penyandang disabilitas di NTB, perlu kita petakan apa kebutuhannya, dan program edukasi dari OJK NTB luar biasa," pungkas Ahmad.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id