comscore

Waduh! Rupiah Nyungsep ke Rp14.903/USD

Husen Miftahudin - 30 Juni 2022 16:28 WIB
Waduh! Rupiah <i>Nyungsep</i> ke Rp14.903/USD
Ilustrasi. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
Jakarta: Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini utamanya disebabkan oleh kekhawatiran baru tentang suku bunga yang lebih tinggi dan resesi global.

"Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan kenaikan suku bunga 75 basis poin bank sentral baru baru ini untuk membantu membawa inflasi kembali ke target dua persen, meskipun perlambatan ekonomi akan menjadi lebih luas," kata analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya, Kamis, 30 Juni 2022.
Di sisi lain, lanjutnya, Presiden ECB Christine Lagarde juga memperingatkan inflasi di zona euro merupakan hal yang tidak diinginkan, sehingga bank sentral perlu merilis kebijakan untuk membawa inflasi kembali ke target dua persen.

Sementara Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengatakan pembuat kebijakan memiliki opsi bertindak lebih tegas untuk menahan inflasi. Ia tidak memungkiri akan melakukan kenaikan suku bunga 50 basis poin pada pertemuan berikutnya.

Di Asia-Pasifik, aktivitas pabrik Tiongkok berkembang untuk pertama kalinya dalam empat bulan karena penguncian berakhir di kota-kota besar seperti Shanghai. Data resmi menunjukkan indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur naik menjadi 50,2 di Juni dari 49,6 di Mei, ekspansi pertama sejak Februari

"Sementara itu, Presiden Xi Jinping mengatakan nol-covid-19 masih merupakan kebijakan paling ekonomis dan efektif bagi Tiongkok meskipun negara itu baru saja memangkas waktu karantina covid-19 untuk pelancong yang masuk," jelasnya.
 
Baca juga: Hantu Inflasi Global: Efek Domino dan Mitigasinya


Di dalam negeri, para pelaku pasar juga terus memantau perkembangan inflasi pada Juni 2022 yang diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2022 diperkirakan akan mengalami inflasi sebesar 0,57 persen (mtm). Kondisi ini akan membawa inflasi Indonesia secara tahunan mencapai 4,2 persen (yoy).

"Secara bulanan, diperkirakan inflasi akan dipengaruhi oleh kenaikan harga pangan khususnya komoditas cabai rawit merah, daging sapi, bawang merah, dan telur ayam. Selain itu, naiknya harga tiket maskapai penerbangan juga memberi andil terhadap inflasi," ungkap Ibrahim.

Adapun mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah ke level Rp14.903 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 50 poin atau setara 0,34 persen dari posisi Rp14.853 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona merah pada posisi Rp14.890 per USD. Rupiah melemah sebanyak 45 poin atau setara 0,30 persen dari Rp14.845 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp14.882 per USD atau turun 34 poin dari perdagangan di hari sebelumnya sebesar Rp14.848  per USD.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.880 per USD sampai Rp14.930 per USD," pungkas Ibrahim.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id