IHSG Diramal Menghijau, Rupiah Diprediksi Tumbang

    Angga Bratadharma - 12 Januari 2021 08:47 WIB
    IHSG Diramal Menghijau, Rupiah Diprediksi Tumbang
    Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI
    Jakarta: Samuel Research Team menilai diizinkannya penggunaan darurat vaksin covid-19 buatan Sinovac oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan memberikan sentimen positif bagi gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Vaksinasi covid-19 diharapkan segera memutus mata rantai penyebaran virus mematikan itu.

    "Pagi ini indeks Nikkei dibuka dan diperdagangkan di zona negatif atau minus 0,3 persen, demikian juga indeks Kospi melemah 0,4 persen. Sentimen positif vaksin diproyeksi masih akan menjadi pendorong IHSG pada perdagangan hari ini," sebut Samuel Research Team, dalam riset hariannya, Selasa, 12 Januari 2021.

    Dengan BPOM menerbitkan izin penggunaan darurat untuk vaksin covid-19 buatan Sinovac maka pemerintah berencana memulai vaksinasi pada Rabu, 13 Januari 2021. Selain itu, 15 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac dikabarkan akan tiba di Tanah Air pada hari ini.

    Sementara itu, kasus baru covid-19 dalam negeri pada Senin diumumkan sebanyak 8.692 kasus dengan pada Minggu tercatat ada sebanyak 9.640 kasus. Untuk kesembuhan mencapai 7.715 kasus sehingga kasus ditutup mencapai 85,2 persen. Hingga kini Indonesia telah mencatat total kasus covid-19 mencapai 836,7 ribu.

    Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail memperkirakan nilai tukar rupiah akan melemah ke level Rp14.250 per USD karena penguatan indeks dolar. Indeks dolar naik 0,4 persen tadi malam menjadi 90,4 menyusul pertumbuhan tiga bps dalam imbal hasil AS bertenor 10-tahun menjadi 1,13 persen.

    "Presiden AS terpilih Joe Biden menjanjikan stimulus ekonomi lebih lanjut yang akan menjadi dalam triliunan dolar. Rincian tentang rencana stimulusnya akan diumumkan dalam pengumuman resmi pada Kamis, enam hari sebelum ia dijadwalkan menjabat. Stimulus sebesar itu kemungkinan besar mendorong indeks dolar naik," tuturnya.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), turun dari rekor tertinggi sepanjang masa yang mereka cetak pada minggu sebelumnya. Kasus aktif covid-19 yang terus melonjak masih membayangi gerak bursa Wall Street.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 89,28 poin atau 0,29 persen menjadi 31.008,69. Kemudian S&P 500 melemah sebanyak 25,07 poin atau 0,66 persen menjadi 3.799,61. Indeks Komposit Nasdaq turun 165,54 poin atau 1,25 persen menjadi 13.036,43 poin.

    Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir dengan di area merah, dengan sektor kebijakan konsumen dan layanan komunikasi masing-masing turun 1,89 persen dan 1,76 persen, memimpin pelemahan. Sedangkan sektor energi naik sebanyak 1,62 persen, grup dengan kinerja terbaik.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id