Rupiah Menguat Tipis Ditopang Sentimen Eksternal

    Husen Miftahudin - 06 April 2021 16:33 WIB
    Rupiah Menguat Tipis Ditopang Sentimen Eksternal
    Rupiah. Foto : AFP.



    Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini ditopang sejumlah sentimen eksternal. Walhasil, nilai tukar mata uang Garuda tersebut mengalami penguatan meski tipis.

    Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya mengungkapkan bahwa dolar AS naik lebih tinggi terhadap para pesaingnya, dengan pedagang mempertahankan nada yang sebagian besar positif di belakang tanda-tanda pertumbuhan ekonomi AS yang kuat dan peluncuran vaksin yang mengesankan.






    "Investor juga fokus pada rencana infrastruktur yang diusulkan oleh Presiden AS Joe Biden yang akan melibatkan peningkatan pajak perusahaan untuk membayar pengeluaran baru," ungkap Ibrahim dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Selasa, 6 April 2021.

    Ibrahim menjelaskan Joe Biden akan bersedia untuk mendorong rencana infrastruktur senilai USD2 triliun meski tanpa dukungan dari anggota parlemen Republik jika dia tidak dapat mencapai kesepakatan bipartisan.

    Sementara itu, Jerman mengumumkan rencana imunisasi covid-19 varian baru untuk 20 persen populasinya pada awal Mei. Namun upaya tersebut masih menempatkan Jerman jauh di belakang AS dalam hal persentase.

    Di sisi lain, Uni Eropa menghadapi resesi karena penguncian yang terkait dengan gelombang ketiga covid-19 sampai Eropa mendapatkan stimulus fiskal untuk membuat terobosan pada vaksinasi.

    "Benua Eropa memiliki 10 persen dari populasinya divaksinasi, AS 29 persen, Inggris 45 persen, sulit untuk melawan kasus terhadap pengecualian dolar AS," papar Ibrahim.

    Dari sisi internal, Indonesia saat ini mulai bangkit dari keterpurukan akibat covid-19. Vaksinasi sudah dijalankan dan kebijakan PPKM Mikro telah berhasil menurunkan pandemi covid-19.

    "Masyarakat sudah kembali bekerja. Bantuan sosial tunai telah dihentikan, konsumsi masyarakat sudah menggeliat, infrastruktur sudah mulai berjalan. Ini merupakan tanda-tanda pemulihan sudah mulai berjalan," jelasnya.

    Adapun mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD menguat tipis 10 poin atau setara 0,07 persen ke posisi Rp14.505 per USD dari Rp14.515 per USD pada penutupan perdagangan di hari sebelumnya.

    Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di zona hijau pada posisi Rp14.500 per USD. Rupiah menguat sebanyak 30 poin atau setara 0,21 persen dari Rp14.530 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.519 per USD atau menguat 14 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.533 per USD.

    "Untuk perdagangan Rabu, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup  menguat di rentang Rp14.480 per USD sampai Rp14.520 per USD," pungkas Ibrahim.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id