Kuartal I-2021, Laba Bersih Adaro Energy Turun 27,19%

    Annisa ayu artanti - 30 April 2021 11:11 WIB
    Kuartal I-2021, Laba Bersih Adaro Energy Turun 27,19%
    Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Energy Garibaldi Thohir. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.



    Jakarta: Emiten tambang, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencatat penurunan laba bersih sebesar 27,19 persen pada kuartal I-2021.

    Perseroan mencatat laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD71,74 juta, turun dari perolehan di kuartal I-2020 yang sebesar USD98,17 juta. Penurunan laba terjadi seiring dengan penurunan pendapatan usaha yakni delapan persen secara tahunan dari USD750,47 juta menjadi USD691,197 juta.






    Manajemen menjelaskan penurunan pendapatan tersebut dipicu oleh penurunan volume penjualan sebesar 13 persen menjadi 12,59 juta ton. Sementara untuk produksi batu bara pada periode ini ADRO mencatat sebesar 12,87 juta ton, turun 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan, cuaca yang dipengaruhi La Nina pada kuartal I-2021 menyebabkan hujan lebat dan gelombang tinggi mempengaruhi kegiatan logistik di kuartal ini.

    Namun, pada kuartal I-2021, perseroan tercatat mampu mempertahankan EBITDA operasional sebesar 35 persen atau setara USD244 juta. Marjin EBITDA operasional tersebut tetap sehat karena perusahaan terus meningkatkan efisiensi operasional dan pengendalian biaya.

    "Model bisnis kami yang terintegrasi dan kuat terus memberikan hasil yang diinginkan. Kami mencatat EBITDA operasional sebesar USD244 juta dan laba inti sebesar USD110 juta, yang menunjukkan kualitas laba dan mencerminkan kekuatan operasi," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 30 April 2021.

    Sementara untuk beban usaha, sepanjang tiga bulan pertama tahun ini tercatat turun 26 persen menjadi USD46 juta. Penurunan beban usaha didorong oleh penurunan sebesar 23 persen pada beban penjualan dan pemasaran serta penurunan sebesar 26 persen pada beban umum dan administrasi.

    Adapun, mengenai total aset tercatat turun enam persen menjadi USD6.485 juta. Aset lancar yang tercatat sebesar USD1.832 juta, relatif stabil. Sedangkan aset nonlancar turun sembilan persen menjadi USD4.653 juta. Pada akhir kuartal I-2021, saldo kas Adaro Energy tercatat USD1.190 juta.

    Di 2021, Garibaldi menjelaskan perusahaan memilih pendekatan konservatif dan mempertahankan panduan operasional dan keuangan.

    "Kami terus memperkuat posisi keuangan dan baru saja menandatangani perjanjian fasilitas sebesar USD400 juta untuk pelunasan dini atas salah satu pinjaman," pungkasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id