Lewat Masjid, Masyarakat Didorong Berinvestasi di Instrumen Keuangan Syariah

    Ilham wibowo - 05 Oktober 2020 13:41 WIB
    Lewat Masjid, Masyarakat Didorong Berinvestasi di Instrumen Keuangan Syariah
    Masjid. Foto : Mi/Ramdani.
    Jakarta: Peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah perlu ditingkatkan dengan cara yang mudah diterima masyarakat di berbagai lapisan. Potensi memanfaatkan sistem syariah tersebut bisa dimulai dengan contoh hal terkecilnya.

    Pengamat Senior Pasar Modal Budi Hikmat mengungkapkan bahwa perlu upaya dari berbagai pihak untuk meningkatkan literasi masyarakat terkait berbagai pilihan instrumen investasi khususnya berbasis syariah dan menjamin kehalalannya. Masyarakat perlu segera didorong berinvestasi khususnya di kalangan milenial.

    "Masa depan ekonomi dan keuangan syariah ini luar biasa, ada baiknya literasi ekonomi dan keuangan syariah dilakukan secara terus menerus dan Iebih efektif," kata Budi dalam sebuah webinar, Senin, 5 Oktober 2020.

    Menurut Budi, perdebatan menyikapi halal dan haram seperti dalam produk investasi syariah mestinya selesai di tingkat Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Standardisasi Nasional (BSN). Contoh sederhana, investasi di instrumen sukuk atau saham syariah bisa dimulai dengan menggunakan dana kelolaan masjid seperti kencleng atau kotak amal, zakat, infak, sedekah dan lain sebagainya.

    "Kencleng masjid misalnya, diumumkan akan diinvestasikan. Saya sarankan kita langsung target kerumunan masyarakat bingung yang harus bantu," ujarnya.

    Sosialisasi manfaat ekonomi syariah perlu lebih efektif dan mengena agar masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim bisa yakin memiliki pilihan tata kelola keuangan terbaik. Dewan masjid pun bisa menjadi penggerak dalam menerapkan sistem tersebut.

    "Orang harus yakin ini terbaik, berbagai indikator yang saya alami ekonomi syariah ini luar biasa," ungkapnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BRI Syariah Tbk Ngatari mengatakan pihak optimistis sistem keuangan syariah punya potensi besar menghadapi krisis ekonomi akibat pandemi covid-19. Per Agustus 2020 BRI Syariah telah membukukan laba bersih mencapai Rp168 miliar atau naik 158,46 persen secara yoy ditopang oleh pendapatan penyaluran dana mencapai Rp1,94 triliun atau naik 19,75 persen yoy.

    "Hal ini menunjukkan ekonomi dan keuangan syariah terbukti telah mampu bertahan di tengah krisis pandemi sehingga berpotensi menjadi salah satu solusi pemulihan ekonomi nasional," tuturnya.

    Meski begitu, dari sisi industri kinerja saja tidak cukup untuk memaksimalkan ekonomi syariah. Ia menilai masih banyak yang harus dilakukan yakni meningkatkan literasi keuangan syariah yang saat ini sebesar 16,34 persen dari skala 100 persen.

    "Kami terus memaksimalkan kegiatan ekonomi syariah agar masyarakat bisa memahami ekonomi syariah. Semakin tinggi tingkat pemahaman masyarakat maka semakin banyak industri dan investasi berbasis syariah terbentuk. Dan keuangan syariah semakin maju dan harapannya menjadi pusat keuangan syariah di dunia," imbuhnya.  


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id