Semester I, Barito Pacific Bukukan Laba Bersih USD24,38 Juta

    Husen Miftahudin - 30 Juli 2020 13:36 WIB
    Semester I, Barito Pacific Bukukan Laba Bersih USD24,38 Juta
    Ilustrasi kinerja emiten. Foto : AFP.
    Jakarta: PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatatkan kinerja positif meski digempur pandemi covid-19. Per semester I-2020, perseroan mencatatkan pendapatan bersih dan laba bersih perusahaan masing-masing sebesar USD1,10 miliar dan USD24,38 juta.

    "Perbaikan hasil kinerja pada kuartal kedua memberikan Manajemen Barito Pacific optimistisme terhadap kinerja bisnis dan keuangan hingga akhir 2020," kata Direktur Keuangan Barito Pacific David Kosasih dalam keterbukaan informasi perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 30 Juli 2020.

    David mengungkapkan, sektor petrokimia mencatatkan perbaikan kinerja pada kuartal kedua dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Sementara bisnis anak perusahaan di sektor energi terus memberikan stabilitas pada perolehan pendapatan dan laba secara konsolidasi.

    "Anak usaha kami di sektor petrokimia, PT Chandra Asri Petrochemical mencatatkan pemulihan bisnis yang cukup signifikan di kuartal kedua dibandingkan dengan tiga bulan pertama tahun ini dengan adanya peningkatan permintaan, terutama untuk produk polymer seiring dengan meningkatnya aktivitas industri, terutama di Tiongkok dan NEA," ungkap dia.

    Selain itu, sambung David, penurunan harga naphtha seiring dengan penurunan harga minyak mentah juga berkontribusi terhadap meningkatnya spread bagi produk polymer. "Kami berharap kondisi ini dapat terus berlanjut pada paruh kedua 2020," harapnya.

    Sebagai produsen terkemuka petrokimia di Indonesia, Chandra Asri mampu mempertahankan volume produksi dan penjualan di tengah kondisi usaha yang penuh tantangan. Chandra Asri juga tetap berkomitmen pada pertumbuhan usaha di tengah perampungan pabrik Metil Tert-Butil Ether (MTBE) berkapasitas 127 ribu ton per tahun dan pabrik Butene-1 berkapasitas 43 ribu ton per tahun.

    Penyelesaian produk MTBE dan Butene-1 tetap berjalan sesuai jadwal yang direncanakan diharapkan akan meningkatkan kapasitas produksi Chandra Asri menjadi 4,2 juta ton per tahun. Chandra Asri juga melihat pasar petrokimia Indonesia di masa mendatang yang tetap memberikan peluang dan menjanjikan.

    "Rencana kami untuk pembangunan kompleks petrokimia kedua tetap tidak berubah meskipun saat ini mengalami penjadwalan ulang akibat dampak dari pandemik. Dengan selesainya proyek tersebut, kami akan dapat memenuhi kebutuhan domestik dengan lebih baik," urai David.

    Adapun total aset Barito Pacific hingga kuartal II-2020 menjadi USD7,17 miliar dengan tingkat liabilitas dan ekuitas masing-masing USD4,25 miliar dan USD2,92 miliar. David menambahkan, kinerja Barito Pacific juga akan dibantu oleh anak usaha di sektor energi terbarukan, Star Energy (SE).

    "Star Energy terus memberikan stabilitas bagi kinerja perseroan. Saat ini Star Energy merupakan perusahaan pengelola panas bumi terbesar di Indonesia dengan kapasitas sebesar 875 megawatt (MW) dan berencana untuk menambah kapasitas sampai dengan 1.200 MW dalam 10 tahun mendatang," tutup David.


    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id