Pupuk Indonesia Bagi Dividen dan Pajak Negara Rp8,17 Triliun

    Annisa ayu artanti - 04 Agustus 2020 17:10 WIB
    Pupuk Indonesia Bagi Dividen dan Pajak Negara Rp8,17 Triliun
    Ilustrasi Pupuk Indonesia - - Foto: Istimewa
    Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) membagikan setoran pajak dan dividen kepada negara sebesar Rp8,17 triliun sepanjang 2019. Dari jumlah tersebut, kontribusi BUMN pupuk dalam bentuk pajak sebesar Rp7,28 triliun, dan setoran dividen kas sebesar Rp973,5 miliar.
     
    "Kontribusi dividen 2019 meningkat dibandingkan dividen tahun sebelumnya yang sebesar Rp768,8 miliar," kata Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019 dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 4 Agustus 2020.

    Ia menjelaskan sepanjang 2019 Pupuk Indonesia berhasil mencatatkan performa keuangan positif di atas target RKAP. Total pendapatan usaha sepanjang 2019 mencapai Rp71,3 triliun, dengan perolehan laba tahun berjalan sebesar Rp3,71 triliun. Jumlah itu setara 103,01 persen dari target RKAP 2019 sebesar Rp3,60 triliun.

    Aas memastikan perseroan memprioritaskan penugasan dalam memenuhi kebutuhan dan stok dalam negeri khususnya pupuk bersubsidi. Adapun penyaluran pupuk bersubsidi tahun lalu mencapai 8,70 juta ton.

    "Kami tentunya mengapresiasi upaya anak perusahaan, khususnya produsen pupuk, dalam menjaga pasokan pupuk ke sektor subsidi sehingga kebutuhan dapat terpenuhi sesuai alokasi," terang dia.

    Perseroan juga terus meningkatkan penetrasi pasar ke sektor non-PSO. Sepanjang 2019, tercatat penjualan pupuk ke sektor komersial sebesar 3,87 juta ton untuk semua jenis pupuk. Angka ini setara 111,61 persen dari target RKAP.

    Menurutnya capaian kinerja yang positif pada 2019 lalu dikarenakan peningkatan efisiensi dan membaiknya penetrasi pasar ke sektor komersial. Disamping itu, beban keuangan perusahaan pada 2019 juga lebih rendah lantaran perusahaan melakukan pelunasan pembayaran pinjaman jangka pendek dan jangka panjang sebesar Rp9,7 triliun.

    "Penurunan ini sejalan dengan komitmen untuk memenuhi kewajiban kepada kreditur sesuai dengan jatuh tempo pelunasan pinjaman," tambah dia.

    Pelunasan pinjaman juga berdampak pada arus kas perusahaan, yang tercatat sebesar Rp11,97 triliun atau turun 66,3 persen dibanding realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp18,06 triliun.

    Faktor lainnya, peningkatan kinerja dari anak-anak perusahaan non pupuk yang berada di bawah koordinasi Pupuk Indonesia, antara lain PT Rekayasa Industri, PT Pupuk Indonesia Energi, PT Mega Eltra, dan PT Pupuk Indonesia Logistik.

    Total aset per 31 Desember 2019 mencapai Rp135,55 triliun atau 100,96 persen dari target RKAP. Sementara itu, perusahaan mencatatkan penurunan total liabilitas menjadi Rp48 triliun.

    Penurunan liabilitas disebabkan adanya pembayaran sebagian pinjaman jangka panjang perusahaan dan yang berasal dari pembayaran piutang subsidi oleh pemerintah dan kas internal perusahaan. Di sisi lain, total ekuitas naik Rp5,72 triliun dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp 71,75 triliun.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id