Rupiah Merosot Imbas Lonjakan Kasus Positif Covid-19

    Husen Miftahudin - 10 Juni 2020 19:27 WIB
    Rupiah Merosot Imbas Lonjakan Kasus Positif Covid-19
    Ilustrasi pelemahan rupiah - - Foto: dok MI
    Jakarta: Nilai tukar rupiah merosot cukup tajam pada perdagangan hari ini. Hal tersebut disebabkan oleh lonjakan kasus pandemi virus korona (covid-19) di Indonesia yang bertambah 1.043 orang dibandingkan posisi kemarin.

    Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan lonjakan kasus positif covid-19 di Indonesia membuat pelaku pasar merespons negatif. Apalagi ini merupakan rekor tertinggi penambahan kasus harian covid-19.

    Namun Ibrahim meminta agar lonjakan kasus covid-19 tersebut tak menyurutkan niat pemerintah dalam menerapkan kenormalan baru (new normal) atau kembali memperketat social distancing maupun pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

    "Jika demikian, maka prospek ekonomi Indonesia ke depan bakal suram. Oleh karena itu, wajar kalau pelaku pasar agak takut dan cemas. Kekhawatiran tersebut bisa terlihat dari keluarnya arus modal asing dari pasar keuangan dalam negeri," ujar Ibrahim dalam keterangannya kepada Medcom.id di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2020.

    Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) terus meningkatkan intervensi di pasar valuta asing (valas), obligasi, dan Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan domestik mata uang valas berjangka atau domestic non-delivery forward (DNDF) guna menjaga stabilitas mata uang Garuda.

    "Bank sentral sekaligus membendung sentimen negatif dari proyeksi Bank Dunia (World Bank) yang meramalkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan mengalami stagnasi akibat dampak pandemi virus korona," ungkap Ibrahim.

    Dalam penutupan hari ini nilai tukar rupiah kembali merosot. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup melemah ke posisi Rp13.980 per USD dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp13.890 per USD.

    Mata uang Garuda tersebut anjlok 90 poin atau setara 0,65 persen. Sedangkan rentang gerak harian rupiah berada di level Rp13.915 per USD sampai Rp14.055 per USD.

    Sedangkan mengutip data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp13.995 per USD. Rupiah melemah 25 poin atau setara 0,18 persen, dari Rp13.970 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Sementara mengutip data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.083 per USD atau mengalami penurunan sebesar 110 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp13.973 per USD.

    "Dalam perdagangan besok rupiah kemungkinan masih akan bergejolak, walaupun dibuka melemah tetapi ditutup kemungkinan menguat dengan range Rp13.895 per USD sampai Rp14.100 per USD," tutup Ibrahim.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id