OJK: Jangan Berhubungan dengan Pinjol Ilegal!

    Husen Miftahudin - 04 Desember 2021 15:57 WIB
    OJK: Jangan Berhubungan dengan <i>Pinjol</i> Ilegal!
    OJK. Foto : MI.



    Bandung: Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara terus mewanti-wanti masyarakat untuk tidak berhubungan dengan pinjaman online (pinjol) ilegal. Selain mengenakan bunga pinjaman yang tinggi, pinjol ilegal juga menyebar data pribadi, serta melakukan tata cara penagihan yang disertai ancaman dan kekerasan.

    "Sebelum masuk ke pinjol sudah kita wanti-wanti, jangan berhubungan sama pinjol yang ilegal, tapi masih banyak juga yang masuk ke sana," tegas Tirta dalam Pelatihan dan Gathering Wartawan, Sabtu, 4 Desember 2021.

     



    Dalam melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat, OJK melakukan tindakan preventif dan kuratif. Terkait tindakan preventif, OJK melakukan edukasi literasi keuangan, edukasi literasi digital, serta pengawasan market conduct.

    Diakui Tirta bahwa literasi keuangan dan literasi digital masyarakat Indonesia masih rendah. Berdasarkan survei OJK pada 2019, tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia sudah 76 persen, namun tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan hanya 38 persen.

    "Literasi digital lebih rendah lagi, karena digital ini baru marak setelah pandemi. Produk keuangan digital, orang bisa jualan lewat marketplace, terus termasuk yang pinjol, termasuk yang crowdfunding, ini kan baru-baru ini," paparnya.

    Untuk tindakan kuratif, OJK melakukan pelayanan pengaduan konsumen dengan memfasilitasi penyelesaian pengaduan dan pengawasan market conduct. Dalam hal ini, OJK telah menyediakan contact center, mempertemukan konsumen dengan pelaku usaha jasa keuangan, hingga menyelesaikan masalah produk dan jasa keuangan.

    "Kalau sudah kita edukasi, konsumen sudah beli produk tapi masih dirugikan, maka pendekatan yang kedua adalah penanganan pengaduan, itu yang kuratif," tegas Tirta.

    Soal pengaduan terkait pinjol ilegal, Tirta mengaku kesulitan untuk menanganinya. Sebab keberadaan pinjol ilegal sulit dideteksi, baik pemiliknya maupun kantor pinjol ilegal itu sendiri.

    "Pengaduan konsumen pinjol ilegal ini tidak bisa kita fasilitasi, karena alamatnya sulit diketahui, jadi saya sulit memfasilitasi aduan pinjol ilegal. Makanya (aduan pinjol ilegal) kita langsung serahkan ke Satgas Waspada Investasi (SWI)," terang dia.

    Adapun sejak 2018 hingga November 2021, Satgas sudah menutup sebanyak 3.734 pinjol ilegal. SWI terus mendorong penegakkan hukum kepada para pelaku pinjol ilegal dengan terus menerus melakukan pemblokiran situs dan aplikasi agar masyarakat tidak ada yang mengakses.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id