comscore

Kecakapan Inklusi Ideal Ciptakan Keputusan Keuangan yang Cerdas

Ade Hapsari Lestarini - 23 Oktober 2021 15:50 WIB
Kecakapan Inklusi Ideal Ciptakan Keputusan Keuangan yang Cerdas
Foto: Grafis Medcom.id
Jakarta: Kecakapan literasi keuangan merupakan salah satu kunci penting untuk memberdayakan masyarakat. Hal ini dilakukan agar dapat membuat keputusan keuangan yang tepat. Saat ini nilai indeks inklusi keuangan Indonesia dilaporkan sudah mencapai 76,19 persen, melampaui target Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI)1 yaitu sebesar 75 persen.

Meski demikian, kondisi ini masih belum ideal karena masyarakat menggunakan produk keuangan tanpa pemahaman yang memadai tentang pengelolaannya. Hal ini terlihat dari indeks literasi keuangan yang baru mencapai 38,03 persen.

 



Menurut Chief Human Resources and Community Investment Officer PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) Indrijati Rahayoe, masih terdapat kesenjangan yang cukup besar antara indeks inklusi dan literasi keuangan.

Meningkatkan pemahaman keuangan

"Oleh karena itu, kita perlu mengatasinya dengan membekali masyarakat pengetahuan dalam membuat keputusan keuangan yang cerdas dan memahami berbagai pilihan perencanaan keuangan yang tersedia, seperti perlindungan asuransi untuk keluarga. Pemahaman keuangan harus kian ditingkatkan terutama dalam kondisi pandemi yang menyebabkan berbagai tekanan dan ketidakpastian ekonomi," jelas dia, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 23 Oktober 2021.

Oleh karena itu, lanjut dia, Prudential Indonesia melalui inisiatif Community Investment secara berkelanjutan melakukan pelatihan literasi keuangan kepada sejumlah target yang sangat potensial untuk berkembang dan berperan penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, yaitu perempuan, anak, komunitas ekonomi syariah, dan UMKM.

"Komitmen edukasi ini juga kian digencarkan untuk turut menyukseskan Bulan Inklusi Keuangan 2021 dan Hari Asuransi 2021 sepanjang Oktober," tambahnya.

Dia menyebut, memahami pentingnya upaya-upaya untuk meningkatkan literasi keuangan di Indonesia guna membantu individu menghindari kerapuhan ekonomi di masa depan, pendidikan menjadi salah satu pilar utama inisiatif Community Investment perusahaan dalam memberdayakan masyarakat.

Community Investment Prudential Indonesia telah melakukan berbagai rangkaian inisiatif yang strategis untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia, di antaranya:

Edukasi literasi keuangan untuk perempuan

Telah dilaksanakan sejak 2009 sebagai respons atas rendahnya literasi pada perempuan, padahal mereka memegang peran penting untuk memberdayakan dirinya serta lebih jauh lagi, menjadi 'menteri keuangan' keluarga dan mewujudkan keuangan keluarga yang sehat.

Pada 2019, indeks literasi keuangan perempuan Indonesia juga masih tertinggal dibandingkan laki-laki yaitu 36,13 persen2. Sejumlah pelatihan terus dilakukan Prudential Indonesia berkolaborasi dengan berbagai kementerian, antara lain Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

"Hingga September 2021, program ini telah memberikan manfaat kepada lebih dari 41 ribu perempuan Indonesia di seluruh Indonesia, dan ditargetkan untuk mencapai 50 ribu perempuan pada 2022," ujarnya.

Edukasi literasi keuangan untuk anak

Cha-Ching merupakan program literasi keuangan untuk anak usia 7-12 tahun yang  dikembangkan oleh Prudence Foundation. Hadir sejak 2012 dengan format menarik bagi anak melalui platform digital, yang kemudian berkembang seiring waktu menjadi modul pembelajaran tambahan di berbagai sekolah untuk mengajarkan empat kunci utama konsep pengaturan keuangan sehari-hari yaitu Peroleh (Earn), Tabung (Save), Belanjakan (Spend), dan Sumbangkan (Donate).

Edukasi literasi keuangan untuk komunitas ekonomi syariah

Edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan demi terjaminnya kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui roadshow dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) sejak 2014 dan hingga kini telah menjangkau hampir 28 ribu masyarakat.

Edukasi literasi keuangan untuk pelaku UMKM

UMKM adalah tulang punggung perekonomian bangsa, namun pandemi covid-19 telah 
memberi hantaman keras terhadap usaha mereka. Memahami hal ini, di 2020-2021, Prudential Indonesia memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM dengan mengadakan webinar edukasi literasi keuangan yang memfasilitasi mereka dengan materi-materi pengelolaan bisnis, dan menghadirkan sosok pemilik bisnis untuk menginspirasi. Program ini ditargetkan menjangkau 800 pemilik UMKM hingga akhir tahun ini.

Selama bulan inklusi keuangan, seluruh kegiatan edukasi secara intensif dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam format virtual di lingkup nasional. Selain itu, sejak akhir Desember 2020, Prudential Indonesia juga secara aktif melakukan edukasi literasi keuangan, khususnya yang terkait dengan literasi asuransi melalui sosial media dan media online. Hingga kini, inisiatif literasi asuransi tersebut telah menjangkau lebih dari 2,38 juta masyarakat Indonesia.

"Edukasi tidak akan pernah lepas sebagai bagian dari strategi Prudential Indonesia dalam  menjalankan bisnis, dan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat luas. Lebih dari itu, komitmen ini merupakan sikap proaktif selaku sektor swasta untuk terus mendukung pemerintah dalam mendukung kemajuan perekonomian bangsa sekaligus membuat masyarakat Indonesia lebih sehat dan sejahtera," tutup Indri.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id