comscore

Geser Bank, Aduan Konsumen soal Fintech Terbanyak Tahun Ini

Husen Miftahudin - 05 Desember 2021 19:00 WIB
Geser Bank, Aduan Konsumen soal <i>Fintech</i> Terbanyak Tahun Ini
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Bandung: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah pengaduan konsumen yang masuk ke otoritas sepanjang tahun ini (1 Januari-25 November 2021) mencapai 595.521 aduan. Pengaduan paling banyak terjadi di sektor fintech lending akibat maraknya kasus terkait pinjaman online (pinjol) ilegal.

"Pengaduan yang ada sengketanya itu memang pada tahun-tahun sebelumnya yang menjadi top scorer ini perbankan. Tahun ini dipegang fintech," ucap Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara dalam sebuah acara di Bandung, Minggu, 5 Desember 2021.

 



Tirta menyebutkan total pengaduan yang mengarah ke sektor fintech sebanyak 50.413 aduan. Angka ini mengalahkan aduan di sektor perbankan yang pada tahun ini sebesar 49 ribu aduan.

"Ranking satu pengaduan (di fintech) itu mengenai perilaku debt collector, luar biasa, dan tahun ini fintech jadi juara. Mudah-mudahan ini turun segera setelah pinjol ilegal mulai diberantas. Jadi kita lihat, kalau itu ternyata banyak yang pinjamnya di pinjol ilegal," tukasnya.

Sementara itu, aduan di perbankan paling banyak mengenai Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Sistem informasi yang dulunya bernama BI Checking ini banyak menjadi sorotan nasabah lantaran data kolektibilitas masih rendah meski pinjamannya sudah lunas.

"Nah itu kita fasilitasi, karena dia sudah lunas dan konsumen punya bukti lunas tapi kolektibilitasnya masih NPL (kredit macet), itu kan ada sengketanya. Selain SLIK ada penipuan, lalu restrukturisasi, dan perilaku debt collector," urai Tirta.

Perusahaan pembiayaan (leasing) menempati urutan ketiga dengan jumlah aduan terbanyak di tahun ini. Di leasing, aduan paling banyak berkaitan dengan permintaan data SLIK dan perilaku debt collector.

Posisi keempat ditempati oleh sektor asuransi pada jajaran aduan terbanyak ke OJK di 2021. Pengaduan paling banyak soal kesulitan klaim serta produk atau layanan yang tidak sesuai dengan penawaran.

"Semuanya yang seperti itu kita akan berusaha untuk terus diselesaikan, kita akan fasilitasi. Dulu saya ada kasus-kasus seperti itu masih agak hafal, sekarang karena sudah ribuan jenis jadi susah," pungkas Tirta.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id