Gerak IHSG Anjlok 2,97% di Pekan Ini

    Angga Bratadharma - 03 April 2021 09:32 WIB
    Gerak IHSG Anjlok 2,97% di Pekan Ini
    Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO



    Jakarta: Periode perdagangan selama sepekan ini menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini atau Kamis, 1 April ditutup positif di level 6.011,456. Namun jika dilihat secara keseluruhan selama sepekan, IHSG turun 2,97 persen dari level 6.195,562 pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya.

    Sedangkan rata-rata nilai transaksi harian bursa mengalami perubahan sebesar 0,60 persen atau menjadi Rp10,628 triliun dari Rp10,692 triliun pada pekan sebelumnya. Pasar modal Indonesia sampai dengan saat ini mencatat kapitalisasi pasar Rp7.101,430 triliun atau turun 2,85 persen selama sepekan ketimbang pekan sebelumnya yang sebesar Rp7.309,902 triliun.






    Sedangkan untuk rata-rata frekuensi harian berubah sebesar 8,96 persen menjadi 1.003.634 kali transaksi dibandingkan dengan pada penutupan pekan sebelumnya yang mencatatkan 1.102.435 kali transaksi. Perubahan sebesar 12,51 terjadi pada data rata-rata volume transaksi harian menjadi 13,695 miliar saham dari 15,653 miliar saham sepekan yang lalu.

    "Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,168 triliun. Sedangkan sepanjang 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp10,695 triliun," kata Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 3 April 2021.

    Di sisi lain, selama periode sepekan dari 29 Maret sampai dengan 1 April 2021, pasar modal Indonesia menyambut kedatangan dua perusahaan tercatat baru dan pencatatan obligasi. Pencatatan perdana saham PT Sunter Lakeside Hotel Tbk dengan kode saham SNLK merupakan yang pertama yang dilaksanakan secara virtual pada pekan ini, yaitu Senin, 29 Maret.

    SNLK merupakan perusahaan tercatat ke-10 di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2021. Kemudian pada Selasa, 30 Maret, PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk dengan kode saham ZYRX resmi menjadi perusahaan tercatat ke-11 di BEI pada 2021.

    Pada Senin, 29 Maret, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Merdeka Copper Gold Tahap I Tahun 2021 yang resmi tercatat di BEI. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk Obligasi ini adalah idA (Single A). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk.

    Total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang 2021 adalah 19 emisi dari 16 emiten senilai Rp20,59 triliun. Total emisi obligasi dan sukuk tercatat di BEI saat ini berjumlah 480 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp433,21 triliun dan USD47,5 juta yang diterbitkan oleh 130 Emiten.

    "Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 143 seri dengan nilai nominal Rp4.155,60 triliun dan USD400,00 juta. Selain itu, tercatat Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp7,02 triliun," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id