Baru Meluncur, BSI Langsung Naik Peringkat dengan Prospek Stabil

    Angga Bratadharma - 12 Februari 2021 11:13 WIB
    Baru Meluncur, BSI Langsung Naik Peringkat dengan Prospek Stabil
    Direktur Utama BSI Hery Gunardi. FOTO Bank Syariah Indonesia



    Jakarta: PT Bank Syariah Indonesia Tbk mengapresiasi peningkatan rating menjadi peringkat idAAA dengan prospek stabil dari Pefindo. Kenaikan peringkat tersebut dijadikan motivasi untuk memacu laju bisnis lebih baik di masa mendatang, terutama di tengah pandemi covid-19 yang belum kunjung berakhir.

    Sebelumnya, peringkat idAA positif diberikan Pefindo kepada PT Bank BRIsyariah Tbk yang merupakan surviving entity dari hasil penggabungan tiga bank syariah milik Himbara. BSI merupakan entitas hasil penggabungan dari tiga bank syariah milik Himbara yakni PT BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT Bank BNI Syariah (BNI Syariah).




    Bank Syariah Indonesia resmi beroperasi dan efektif merger pada 1 Februari 2021.

    Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan capaian itu menjadi movitasi bagi manajemen untuk bekerja keras mewujudkan target yang telah ditetapkan, termasuk mengakselerasi integrasi layanan kepada nasabah dan masyarakat. BSI pun akan agresif dalam mendongkrak kinerja pada masa pemulihan ekonomi tahun ini termasuk rencana bisnis jangka menengah.
     
    "Potensi masyarakat Indonesia yang Muslim saat ini lebih dari 200 juta atau terbesar di dunia. Industri halal di 2024 diperkirakan sekitar Rp4.800 triliun. Potensi ini akan kami garap seoptimal mungkin," kata dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 12 Februari 2021.
     
    Sebelumnya, Analis Pefindo Handhayu Kusumowinahyu menyampaikan pemeringkatan tersebut mencerminkan realisasi merger, yang menciptakan bank syariah terbesar di Indonesia dengan total aset melebihi Rp214,7 triliun atau setara dengan 40,4 persen industri perbankan syariah dan 2,4 persen industri perbankan per Juni 2020.

    BSI juga merupakan bank terbesar ke-7 di industri perbankan per November 2020. Dalam jangka panjang, menurut Handhayu, Bank Syariah Indonesia akan memperkuat profil bisnisnya dengan memanfaatkan jaringan induk usaha, diversifikasi pembiayaan pendanaan lebih baik, serta memperkuat indikator keuangan.
     
    "Obligor dengan peringkat idAAA memiliki peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo," sebutnya.

    Handhayu memaparkan kapasitas BSI untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang relatif dibandingkan dengan obligor Indonesia lainnya adalah superior. Instrumen pembiayaan syariah dengan peringkat idAA (sy) hanya sedikit berbeda dari instrumen dengan peringkat tertinggi.
     
    Peringkat tersebut mencerminkan dukungan Bank Syariah Indonesia yang sangat kuat dari pemegang saham utama, posisi yang sangat kuat di segmen perbankan syariah, permodalan yang sangat kuat, serta profil likuiditas dan fleksibilitas keuangan yang sangat kuat. Namun, peringkat tersebut dibatasi sebagian oleh kualitas asetnya yang moderat.
     
    "Peringkat dapat diturunkan jika kami melihat adanya penurunan material atas dukungan dari pemegang saham utama, yang dibuktikan dengan penurunan material dalam kepemilikan atau penurunan kontribusi kepada Induk," pungkas Handhayu.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id