Fintech Syariah Alami Salurkan Pinjaman Rp200 Miliar

    Husen Miftahudin - 02 Oktober 2020 14:50 WIB
    <i>Fintech</i> Syariah Alami Salurkan Pinjaman Rp200 Miliar
    Foto: dok MI.
    Jakarta: Penyelenggara fintech peer to peer lending syariah PT Alami Fintek Sharia telah menyalurkan pinjaman hingga Rp200 miliar sampai saat ini. Selain itu, sejak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 April 2019, Alami sudah memiliki pemberi dana (funder) sebanyak 7.000 orang.

    CEO Alami Dima Djani mengungkapkan pada periode mewabahnya pandemi covid-19 pihaknya menerapkan prinsip kehati-hatian dan seleksi yang ketat untuk memberikan kredit kepada peminjam (beneficiary). Perusahaan juga memilih peminjam dari sektor yang tidak terdampak langsung pandemi covid-19.

    "Sehingga saat ini Alami masih mencatatkan NPF (Non Performing Financing) sebesar nol persen. Jika pada industri peer to peer financing menggunakan pengukuran TKB90 (Tingkat Keberhasilan 90 Hari), maka 100 persen," ujar Dima dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Jumat, 2 Oktober 2020.

    Dima mengungkapkan jumlah pinjaman yang telah dilakukan perusahaan didukung oleh faktor komunikasi yang fleksibel. Kondisi tersebut dinilai dapat menyesuaikan kebutuhan dan karakter masyarakat di daerah tersebut.

    Menurutnya, masyarakat muslim Indonesia punya kebutuhan, keinginan, dan kemampuan untuk mengoptimalkan penetrasi layanan keuangan syariah. Sayangnya, bagi kalangan muslim muda, pamor instansi keuangan syariah masih jauh dari harapan.

    "Kesan kaku, rumit, kuno, jadi faktor penghambat majunya skema finansial yang justru sudah banyak diadopsi di negara-negara berpopulasi non muslim. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk bermitra dengan konsultan komunikasi yang mampu memberikan strategi komunikasi yang paling relevan dengan kondisi pasar saat itu. Hal ini tentunya dapat menarik perhatian para stakeholder," tutur Dima.

    Pada masa-masa awal dibangunnya Alami, perusahaan fokus pada pertumbuhan user dan membangun infrastruktur yang mumpuni seiring dengan membangun image perusahaan dan sosok leadership sejak awal. Dima meyakini perusahaan rintisan (startup) perlu menjadikan corporate communications sebagai strategi yang dibangun sejak awal.

    "Menjadi beda saja tidak cukup untuk masuk dalam arena fintek yang sangat kompetitif, apalagi banyak isu pinjaman online dari fintech ilegal. Oleh karena itu, perlu strategi komunikasi yang komprehensif. Mulai dari public relations hingga digital marketing agar kampanye perusahaan dapat didengar dan dirasa oleh publik," papar dia.

    Dima menyampaikan masyarakat muslim di Indonesia sudah mulai mempunyai kesadaran (awareness) terhadap gaya hidup syariah. Menariknya, ketika sampai ke topik soal keuangan, masyarakat muslim Indonesia masih banyak yang belum paham produk dan manfaat dari sistem keuangan syariah itu sendiri. Sehingga masih banyak yang menggunakan layanan keuangan konvensional.

    Selaku praktisi syariah Dima menyayangkan hal ini. Karena artinya, masyarakat belum terlalu paham dan percaya pada layanan dari lembaga keuangan syariah yang sudah ada sejak lama. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah bagi Alami.

    "Kami harus ekstra cerdik dalam menawarkan layanan keuangan syariah. Produk dan teknologinya harus semudah mungkin digunakan, manfaatnya berasa, dan tentunya, menyampaikan esensi ke masyarakat bahwa membangun aset finansial dalam koridor syariah itu sangatlah mungkin. Terlebih, menyasar milenial muslim perlu pendekatan khusus agar jangan sampai rasanya seperti diceramahi atau ditakut-takuti. Sehingga, strategi narasi publik yang kami bawa pun sangat ringan, dekat dengan hidup sehari-hari, dan seimbang disampaikan di platform media sosial dan media massa," pungkas Dima.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id