Rupiah Pagi Kalah Pesona dari Dolar AS

    Angga Bratadharma - 24 November 2020 09:40 WIB
    Rupiah Pagi Kalah Pesona dari Dolar AS
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpantau melemah tipis ketimbang hari sebelumnya di posisi Rp14.149 per USD. Mata uang Garuda mulai kesulitan menekan keperkasaan mata uang Paman Sam seiring mulai maraknya berita positif tentang kandidat vaksin covid-19.

    Mengutip Bloomberg, Selasa, 24 November 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke level Rp14.150 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.150 hingga Rp14.154 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.988 per USD.

    Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat menguat pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), di tengah momentum melemahnya mata uang euro. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,13 persen ke level 92,5138.

    Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1840 dari 1,1857 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3323 dari USD1,3278 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7289 dari USD0,7311.

    Sedangkan dolar AS dibeli 104,49 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 103,82 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9122 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9115 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3079 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3094 dolar Kanada.

    Euro kehilangan kekuatan karena data menunjukkan aktivitas bisnis zona euro turun tajam pada November karena negara-negara memperkenalkan langkah-langkah yang lebih agresif untuk melawan kenaikan tingkat infeksi covid-19.

    Penyedia informasi yang berbasis di London IHS Markit melaporkan kilasan IMP Komposit Zona Euro (Indeks Manajer Pembelian) merosot dari 50,0 pada Oktober menjadi 45,1 pada November, terendah sejak Mei. Kondisi ini terjadi imbas dari melonjaknya covid-19.

    Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat berakhir menguat pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), didukung oleh lonjakan di sektor energi. Namun, bursa Wall Street masih dibayang-bayangi dampak dari lonjakan covid-19 yang berpotensi kembali menekan perekonomian AS.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik 327,79 poin atau 1,12 persen menjadi 29.591,27. S&P 500 meningkat 20,05 poin atau 0,56 persen menjadi 3.577,59. Indeks Komposit Nasdaq naik 25,66 poin atau 0,22 persen menjadi 11.880,63.

    Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 menguat, dengan sektor energi ditutup menguat 7,09 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan sektor real estat tergelincir 0,34 persen, menjadi grup dengan kinerja terburuk. Sedangkan perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id