comscore

Keputusan BI Tahan Suku Bunga Acuan Sukses Angkat Rupiah

Husen Miftahudin - 24 Mei 2022 16:44 WIB
Keputusan BI Tahan Suku Bunga Acuan Sukses Angkat Rupiah
Ilustrasi. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
Jakarta: Keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 3,5 persen sukses membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat.

"Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia periode Mei 2022 sesuai ekspektasi pasar, suku bunga acuan masih tetap," ucap analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya, Selasa, 24 Mei 2022.
Ibrahim menyampaikan, BI 7 Day Reverse Repo Rate tidak pernah berubah selama 15 bulan. Dia bilang, suku bunga acuan 3,5 persen merupakan yang terendah sepanjang sejarah Indonesia.

"Walaupun, secara tahunan, inflasi Indonesia melesat 3,47 persen atau tertinggi sejak Agustus 2019. Inflasi tahunan tersebut semakin mendekati batas atas kisaran target BI yaitu dua sampai empat persen," tuturnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi inti pada April menembus 2,60 persen (yoy) yang merupakan rekor tertinggi sejak Mei 2020 atau dua tahun lalu. Pada saat itu, inflasi inti mencapai 2,65 persen (yoy).

Sedangkan, inflasi Mei akan merangkak naik menjadi 3,74 persen (yoy), mendekati batas atas target BI di kisaran dua sampai empat persen. Dia menambahkan, fundamental ekonomi Indonesia masih positif, mulai dari transaksi berjalan, rupiah, pertumbuhan ekonomi, hingga neraca perdagangan.

Neraca perdagangan mencatatkan surplus USD7,56 miliar di April 2022, yang merupakan rekor tertinggi dalam sejarah. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,01 persen (yoy) di kuartal I-2022 dan transaksi berjalan mencatatkan surplus sebesar USD221 juta, atau 0,07 persen dari PDB.

Dari faktor eksternal, Ibrahim melihat Federal Reserve AS dapat menaikkan suku bunga targetnya menjadi sekitar dua persen pada Agustus 2022, dengan tindakan lebih lanjut tergantung pada penawaran dan permintaan memengaruhi inflasi.

"Investor sekarang menunggu risalah dari pertemuan terakhir Fed. Reserve Bank of New Zealand juga akan memberikan keputusan kebijakannya, menyusul Bank of Korea. Investor juga tengah menunggu PMI manufaktur global," terang Ibrahim.

Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD menguat ke level Rp14.661 per USD. Mata uang Garuda tersebut naik 11 poin atau setara 0,08 persen dari posisi Rp14.672 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona hijau pada posisi Rp14.650 per USD. Rupiah menguat sebanyak 10 poin atau setara 0,06 persen dari Rp14.660 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp14.653 per USD atau naik 12 poin dari perdagangan di hari sebelumnya sebesar Rp14.665 per USD.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.650 per USD sampai Rp14.690 per USD," tutup Ibrahim.


(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id