Pahami Profil Risiko Sebelum Berinvestasi di Tengah Covid-19

    Angga Bratadharma - 16 Juni 2020 16:28 WIB
    Pahami Profil Risiko Sebelum Berinvestasi di Tengah Covid-19
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
    Jakarta: PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menilai seseorang yang hendak berinvestasi sebaiknya mengetahui lebih dalam mengenai profil risiko diri sendiri. Selain itu, guna memaksimalkan hasil investasinya maka seseorang juga perlu menetapkan tujuan dalam berinvestasi dan aset investasi yang dipergunakan guna mencapai targetnya.

    "Profil risiko berbeda. Disesuaikan dengan profil risiko dari masing-masing nasabah. Namun dengan kondisi seperti sekarang nasabah harus tetap tenang, cek profil risiko apakah berubah atau tidak dan tetap berinvestasi," kata Chief Investment Officer Prudential Indonesia Novi Imelda, dalam diskusi virtual, di Jakarta, Selasa, 16 Juni 2020.

    Novi mengimbau nasabah tidak panik di tengah pandemi sekarang ini, meski tidak ditampik covid-19 telah memberikan tekanan terhadap perekonomian dan ujungnya kepada kinerja pasar modal Indonesia. Adapun Novi menilai hal wajar jika di pasar saham terjadi volatilitas dan ia meyakini kondisi pasar modal secara jangka panjang akan kembali rebound.

    "Penting untuk memeriksa lagi waktu kita berinvestasi tujuannya apa. Misal untuk anak sekolah. Disesuaikan. Yang namanya fluktuasi di pasar modal pasti ada. Tapi dalam jangka panjang pasar modal akan rebound seperti di pertumbuhan ekonomi. Tidak ada kata terlambat untuk masuk dan berinvestasi lagi. Lihat lagi tujuan investasinya," tuturnya.

    Dirinya tidak memungkiri koreksi di pasar saham sejak Januari 2020 telah memukul kinerja investasi. Bahkan, dirinya tidak menampik, kinerja investasi di produk unit link yang dimiliki Prudential Indonesia juga terpengaruh. Namun, ia sekali lagi meminta agar para nasabah tetap tenang dan memanfaatkan kondisi sekarang ini untuk berinvestasi.

    "Koreksi pasar saham sejak 2020 itu yang membuat program investasi kami terkoreksi. Tapi kita minta nasabah tetap tenang, tetap berinvestasi, memanfaatkan kondisi ini, bahkan tetap top up jika dimungkinkan," ucap Novi, dalam konferensi pers virtual bertajuk 'Investment Highlight and Market Outlook 2020: Life with Covid-19'.

    Chief Executive Officer Eastspring Investments Indonesia (Eastspring) Alan T Darmawan berpandangan harus ada persentase seseorang yang hendak berinvestasi dari gaji yang didapatkan dari pekerjaannya. Hal itu dinilainya penting agar dana investasi yang dianggarkan tidak mengganggu kebutuhan hidup lainnya yang diperlukan sehari-hari.

    "Saya sarankan dua hal yakni punya laporan keuangan pribadi. Kedua income statement. Rata-rata sekitar 20 sampai 30 persen dana yang dialokasikan dari gaji yang diinvestasikan. Jangan lupa juga charity karena hidup kita tidak sendiri jadi tetap harus membantu mereka yang tidak mampu," tuturnya.

    Lebih lanjut, ia memaparkan, sebelum berinvestasi setidaknya ada beberapa hal yang harus diketahui. Pertama mengetahui profil risiko yakni apakah konservatif, moderat, atau agresif. Kedua, tingkat pengalaman dalam berinvestasi. Semakin tinggi pengalaman dalam berinvestasi maka semakin mungkin bisa masuk sendiri ke pasar saham dan obligasi.

    Terkait mengetahui profil risiko diri sendiri, Alan mengibaratkan seseorang suka makanan yang pedas atau tidak. Jika suka makanan pedas maka pertanyaan berikutnya adalah pedasnya dari apa, apakah berasal dari cabai rawit atau semacamnya. Pertanyaan semacam itu penting ditanyakan agar nasabah tidak salah saat berinvestasi.

    "Itu pertanyaan kalau kinerja reksa dana atau unit link terjadi penurunan kira-kira bisa tidur nyenyak atau tidak. Penting profil risiko. Kalau, misal, (pasar saham) turun 1-5 persen lalu tidak bisa tidur nyenyak maka jangan berinvestasi di pasar saham. Karena secara long term bisa naik tapi naiknya tidak melesat, bergejolak tapi dalam proses yang baik," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id