Ekonomi Tak Menentu, Dua Perusahaan Tetap Putuskan Listing

    Annisa ayu artanti - 08 April 2020 10:27 WIB
    Ekonomi Tak Menentu, Dua Perusahaan Tetap Putuskan <i>Listing</i>
    Dua perusahaan yakni PT Karya Bersama Anugrah Tbk (KBAG) dan PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) memutuskan melantai di bursa di tengah sentimen virus korona yang belum mereda. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
    Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini tetap melakukan pencatatan saham perdana dua emiten baru yakni PT Karya Bersama Anugrah Tbk (KBAG) dan PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) di tengah sentimen virus korona yang belum mereda.

    Berdasarkan pantauan Medcom.id pada aplikasi RTI, Rabu, 8 April 2020 saat pertama kali listing saham KBAG naik 35 persen dari harga penawaran. Sementara saham SBAT sempat beberapa menit stagnan, kemudian melonjak 34,29 persen.

    KBAG menawarkan sebanyak 30,7 persen sahamnya dengan harga penawaran Rp100 per saham. Sementara SBAT menawarkan sebanyak 425 juta saham dengan harga penawaran Rp105 per saham.

    Pada saat listing, saham KBAG ditransaksikan sebanyak empat kali dan untuk sementara memperoleh dana segar sebesar Rp108,63 juta. Sedangkan saham SBAT akhirnya ditransaksikan sebanyak 112 kali dan memperoleh dana segar sebesar Rp423,08 juta.

    Dalam keterangan tertulisnya, manajamen KBAG menjelaskan perusahaan merupakan perusahaan real estate nasional di Balikpapan. Dana dari hasil aksi ini rencananya akan digunakan untuk pembelian lahan potensial di daerah Balikpapan dan sekitarnya, serta modal kerja untuk penyelesaian proyek yang sedang dibangun.

    Saat ini perseroan sedang melakukan pengembangan dan pembangunan aset tanah yang berlokasi di Kelurahan Gunung Sari Ulu, Kecamatan Balikpapan Tengah. Perseroan telah merancang dan mengembangkan aset tersebut menjadi hunian vertikal dengan konsep Rumah Kota, yang dikenal sebagai Rumah Kota Green Valley.

    Sementara itu Direktur Utama SBAT Jefri Junaedi mengatakan walaupun di tengah kondisi gejolak pasar modal yang tak menentu, perusahaan tetap optimistis untuk mengembangkan bisnisnya dan menjadi perusahaan publik yang terus bertumbuh dengan menerapkan prinsip tata kelola yang sehat.

    Dana dari aksi IPO ini, dijelaskan Jefri, akan digunakan sekitar 78,55 persen untuk kebutuhan belanja modal yaitu penambahan fasilitas produksi berupa pembelian mesin open end machine dan finisher drawframe. Lalu sekitar 21,45 persen sisanya akan digunakan untuk keperluan modal kerja seperti pembelian bahan baku, biaya pemasaran, dan perlengkapan keperluan lainnya. 



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id