comscore

Yes! Rupiah Akhirnya Menguat, Pagi Ini Dibuka Rp14.738/USD

Husen Miftahudin - 16 Juni 2022 09:41 WIB
<i>Yes</i>! Rupiah Akhirnya Menguat, Pagi Ini Dibuka Rp14.738/USD
Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini akhirnya mengalami penguatan, setelah berhari-hari terus terseok di tengah penantian pasar terhadap keputusan The Fed.

Mengutip data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp14.738 per USD. Mata uang Garuda tersebut naik tipis tujuh poin atau setara 0,05 persen Rupiah dibuka di level Rp14.738 per USD atau naik tipis tujuh poin dari Rp14.745 per USD pada perdagangan hari sebelumnya. dari Rp14.745 per USD pada perdagangan hari sebelumnya.
Rupiah berada pada rentang Rp14.730 per USD sampai Rp14.747 per USD dengan year to date (ytd) return 3,33 persen. Sedangkan menukil data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.743 per USD.

Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta juga menguat tujuh poin atau 0,05 persen ke posisi Rp14.738 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.745 per USD.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengungkapkan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini masih diwarnai sentimen negatif pasar keuangan global, sehingga besar kemungkinan rupiah akan berada di zona merah.

"Mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp14.420 per USD hingga Rp14.800 per USD," jelas Ibrahim dalam analisis hariannya, dikutip Kamis, 16 Juni 2022.

Ibrahim menjelaskan, kenaikan suku bunga The Fed yang lebih besar akan terjadi setelah data yang dirilis minggu lalu menunjukkan indeks harga konsumen AS melonjak 8,6 persen per akhir Mei, menjadi kenaikan secara tahunan yang terbesar dalam empat dekade.

"Dolar AS telah menguat dalam beberapa bulan terakhir berkat kenaikan suku bunga The Fed dan terus mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Ini karena investor mencari tempat berlindung yang aman karena khawatir akan dampak ekonomi dari pengetatan kondisi keuangan yang cepat," tuturnya.

Tetapi, menurut Ibrahim, dengan perkiraan kenaikan suku bunga, dolar mungkin berjuang untuk mendapatkan katalis lebih lanjut pascakeputusan Fed. "Ini mengingat harga pasar agresif, sehingga ada risiko (Komite Pasar Terbuka Federal) dianggap 'tidak cukup hawkish'," pungkas dia.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id