comscore

Bank Neo Commerce Catat Rugi Bersih Rp264 Miliar di Kuartal III-2021

Husen Miftahudin - 29 Desember 2021 21:27 WIB
Bank Neo Commerce Catat Rugi Bersih Rp264 Miliar di Kuartal III-2021
Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan. Foto; Medcom.id/Husen Miftahudin.
Jakarta: PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) mencatat kerugian bersih sebesar Rp264 miliar pada kuartal III-2021. Kerugian tersebut terjadi lantaran perusahaan menggelontorkan modal besar ke berbagai bentuk investasi.

"Antara lain pada investasi teknologi dan keamanan digital, pengembangan sumber daya manusia, serta promosi dan edukasi berkelanjutan tentang bank digital," ucap Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan dalam konferensi pers, Rabu, 29 Desember 2021.

 



Sementara dari sisi aset, bank digital tersebut mencatatkan peningkatan sebesar 49,16 persen (ytd) per September 2021. Sedangkan untuk perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank Neo Commerce mencatatkan kenaikan sebesar 69,3 persen.

Perseroan juga mencatatkan berbagai pencapaian penting di 2021, yaitu menjadi bank digital dengan jumlah nasabah terbanyak dengan 12,7 juta nasabah. Bahkan aplikasi Neobank telah diunduh lebih dari 18 juta kali sejak diluncurkan pada akhir Maret lalu.

Secara berkelanjutan, perusahaan memberikan berbagai inovasi pada layanan perbankan dengan menyajikan produk-produk unggulan pada tabungan Neo Now dengan bunga enam persen per tahun dan deposito Neo Wow dengan bunga hingga delapan persen per tahun.

"Selain itu, harga saham BBYB kini seharga Rp2.740 per penutupan 28 Desember 2021, mencatat peningkatan sebesar 2.454 persen dibandingkan dengan awal 2021," tuturnya.

Tjandra menuturkan pihaknya memberikan fitur-fitur inovatif dan interaktif di aplikasi Neobank dengan menyajikan gim dan pesan singkat yang memungkinkan sesama nasabah dapat mengirimkan pesan lewat Neo Jurnal.

"Fitur ini untuk membantu nasabah mengatur keuangan nasabah, dan kupon experience sebagai fitur edukasi untuk mengajak nasabah berinvestasi," jelasnya.

Setelah menggaet 12,7 juta nasabah dalam waktu kurang dari 10 bulan, tahun depan perseroan menargetkan meraih 20 juta nasabah baru. Untuk itu pihaknya fokus mengembangkan ekosistem digital dan terus berinovasi memberikan layanan dan produk perbankan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat.

"Terdekat kami telah meluncurkan layanan digital lending di ekosistem kami dan akan tersedia di pertengahan Januari di aplikasi neobank. Tentunya banyak kejutan dari BNC di 2022," pungkas Tjandra.

Bank Neo Commerce yang sebelumnya dikenal sebagai Bank Yudha Bhakti merupakan bank nasional yang telah berkiprah selama 30 tahun di dunia perbankan di Indonesia.

Sejak 2019, Akulaku mulai menjadi pemegang saham Bank Neo Commerce (BBYB). Di 2020, Bank Neo Commerce bertransformasi menjadi bank digital, dimulai dengan pergantian nama bank dan juga dikukuhkannya Bank Neo Commerce menjadi Bank Buku II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id