comscore

Waduh! Penurunan Cadangan Devisa Bikin Rupiah Babak Belur Lagi

Husen Miftahudin - 13 Mei 2022 16:30 WIB
Waduh! Penurunan Cadangan Devisa Bikin Rupiah Babak Belur Lagi
Ilustrasi. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan di akhir pekan, salah satunya disebabkan oleh penurunan cadangan devisa. Posisi cadangan devisa Indonesia per akhir April 2022 sebesar USD135,7 miliar, turun dibandingkan dengan posisi pada akhir Maret 2022 sebesar USD139,1 miliar.

Bank Indonesia menyampaikan penurunan posisi cadangan devisa pada April 2022 antara lain dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan antisipasi kebutuhan likuiditas valas sejalan dengan meningkatnya aktivitas perekonomian.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, di bulan ini, cadangan devisa berisiko semakin menurun jika melihat nilai tukar rupiah yang terus tertekan dan capital outflow yang terjadi di pasar obligasi. ini karena BI lebih banyak melakukan intervensi.

"Ketika cadangan devisa perlu digunakan untuk melakukan intervensi, pasokan devisa justru akan semakin seret di bulan ini. Sebabnya, pemerintah melarang ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan semua produk turunannya," ungkap Ibrahim dalam analisis hariannya, Jumat, 13 Mei 2022.

Dari faktor global, Ibrahim melihat pelemahan rupiah disebabkan oleh kenaikan dolar AS di tengah berlanjutnya kekhawatiran tindakan The Fed untuk menurunkan inflasi yang tinggi. Kondisi itu menyebabkan terjadinya hambatan terhadap pertumbuhan ekonomi global, sehingga meningkatkan daya tarik mata uang safe haven.

"Investor telah mencoba untuk menilai seberapa agresif jalur kebijakan bank sentral nantinya. Ekspektasi sepenuhnya diperhitungkan untuk kenaikan lain setidaknya 50 basis poin pada pertemuan bank sentral pada Juni," terangnya.

Ibrahim mengungkapkan investor yang telah condong ke aset safe haven seperti dolar AS lantaran peningkatan kekhawatiran tentang kemampuan The Fed untuk menekan inflasi tanpa menyebabkan resesi, serta dampak dari perang di Ukraina, dan meningkatnya kasus covid-19 di Tiongkok yang menyebabkan pelemahan permintaan.

"Kekhawatiran tentang lingkungan stagflasi yang berkepanjangan dari pertumbuhan yang lambat dan harga yang tinggi juga telah mengurangi selera terhadap risiko," tutur dia.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan kepada Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat AS, bahwa The Fed dapat menurunkan inflasi tanpa menyebabkan resesi karena pasar kerja dan neraca rumah tangga AS yang kuat, biaya utang yang rendah dan sektor perbankan yang kuat.

Sementara itu, data dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan klaim pengangguran awal mingguan naik ke level tertinggi dalam tiga bulan, meskipun pasar tenaga kerja tetap menjadi kekuatan ekonomi AS.

"Di sisi inflasi, indeks harga produsen menunjukkan perlambatan tajam di bulan April ke kenaikan 0,5 persen dari lonjakan 1,6 persen pada bulan sebelumnya," papar Ibrahim.

Adapun mengutip data Bloomberg, pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah ke level Rp14.612 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun sebanyak 14 poin atau setara 0,10 persen dari posisi Rp14.598 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona merah pada posisi Rp14.610 per USD. Rupiah melemah sebanyak 30 poin atau setara 0,21 persen dari Rp14.580 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp14.619 per USD atau turun 34 poin dari perdagangan di hari sebelumnya sebesar Rp14.585 per USD.

"Untuk perdagangan Selasa depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp14.600 per USD hingga Rp14.660 per USD," tutup Ibrahim.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id