comscore

Duh, Rupiah Melemah Lagi ke Rp14.972/USD

Husen Miftahudin - 04 Juli 2022 15:58 WIB
Duh, Rupiah Melemah Lagi ke Rp14.972/USD
Ilustrasi. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) lantaran investor mencari keamanan karena kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

"Inflasi zona euro melonjak ke rekor lain, menambah kasus bagi Bank Sentral Eropa untuk menaikkan suku bunga bulan ini," ungkap analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya, Senin, 4 Juli 2022.
Di AS dan di tempat lain, lanjutnya, tanda-tanda kelemahan ekonomi menjadi lebih jelas. Data AS yang lemah menunjukkan risiko penurunan untuk laporan penggajian Juni.

Perkiraan GDP Now Federal Reserve Atlantik yang banyak diawasi melihat pada kuartal kedua berjalan negatif 2,1 persen. Ini menyiratkan negara itu sudah dalam resesi teknis.

"Investor sekarang menunggu risalah dari pertemuan Fed Juni, yang hampir pasti terdengar hawkish mengingat The Fed memilih untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 bps," jelasnya.

Di dalam negeri, para pelaku pasar juga terus menyoroti tingginya inflasi global yang berdampak terhadap inflasi di Indonesia. Tingginya inflasi pada Juni 2022 membuat pemerintah harus mulai menyiapkan strategi untuk menahan kenaikan inflasi hingga akhir tahun.

Menurut Ibrahim, tingginya inflasi bisa memberikan ketidakpastian dan mengganggu potensi pertumbuhan, sehingga pemerintah harus meningkatkan kewaspadaan dari kemungkinan kenaikan inflasi hingga akhir 2022.

"Sedangkan tantangan terbesar yang dihadapi perekonomian Indonesia adalah potensi terjadinya stagflasi, yaitu kenaikan inflasi di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi yang stagnan atau bahkan kontraksi," bebernya.
 
Baca juga: Pemerintah Perlu Siapkan Strategi Tahan Kenaikan Inflasi


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan sebesar 4,35 persen (yoy) pada Juni 2022 atau sedikit lebih tinggi dari proyeksi empat persen plus minus satu persen. Realisasi ini merupakan yang tertinggi sejak Juni 2017.

Adapun mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah ke level Rp14.972 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah sebanyak 29 poin atau setara 0,19 persen dari posisi Rp14.943 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona merah pada posisi Rp14.965 per USD. Rupiah melemah sebanyak 12 poin atau setara 0,08 persen dari Rp14.953 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp14.960 per USD atau turun empat poin dari perdagangan di hari sebelumnya sebesar Rp14.956 per USD.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.960 per USD sampai Rp15.020 per USD," tutup Ibrahim.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id