Sepekan IHSG Cenderung Tertekan, Sempat Tumbang 233 Poin

    Angga Bratadharma - 21 Maret 2020 11:44 WIB
    Sepekan IHSG Cenderung Tertekan, Sempat Tumbang 233 Poin
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma
    Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah disoroti oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena cukup sering tertekan cukup dalam, terseret bursa saham global yang terjun bebas akibat covid-19. Bahkan di pekan ini, IHSG sempat mengalami beberapa pembekuan perdagangan sementara atau trading halt oleh otoritas pasar modal.

    Data yang dihimpun Medcom.id dari IMQ21, Sabtu, 21 Maret 2020, terlihat IHSG pada Selasa, 17 Maret ditutup di level 4.456 atau melemah signifikan sebanyak 233 poin dibandingkan dengan pembukaan pada paginya di posisi 4.690. Volume perdagangan tercatat 3,2 miliar lembar saham senilai Rp5,63 triliun.

    Pada Rabu, 18 Maret, IHSG berakhir di level 4.330 atau turun sebanyak 126,08 poin dibandingkan dengan pembukaan pada perdagangan pagi di posisi 4.456. Sedangkan volume perdagangan tercatat sebanyak 3,9 miliar lembar saham senilai Rp5,69 triliun.

    Kamis, 19 Maret, IHSG berakhir di level 4.105 atau melemah sebanyak 225,2 poin dibandingkan dengan pembukaan pada perdagangan pagi di level 4.330. Volume perdagangan tercatat sebanyak 3,2 miliar lembar saham senilai Rp4,17 triliun.

    Pada Jumat, 20 Maret, IHSG berakhir di level 4.190 atau tertekan sebanyak 85,31 poin dibandingkan dengan pembukaan pada perdagangan pagi di level 4.105. Volume perdagangan pagi tercatat sebanyak 4,07 miliar lembar saham senilai Rp6,04 triliun.

    Sementara itu, pada Selasa, 17 Maret 2020, dilakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada sistem perdagangan di Bursa Efek Indonesia pukul 15:02:44 waktu JATS yang dipicu penurunan IHSG mencapai lima persen.

    Hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat. Perdagangan akan dilanjutkan pukul 15:32:44 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.

    Kemudian pada Kamis, 19 Maret 2020, dilakukan kembali pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada sistem perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada pukul 09:37:18 waktu JATS yang dipicu penurunan IHSG mencapai lima persen.

    Hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat. Perdagangan akan dilanjutkan pukul 10:07:18 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id