Bareksa dan OVO Ajak Investasi Lawan Korona

    Annisa ayu artanti - 06 April 2020 14:23 WIB
    Bareksa dan OVO Ajak Investasi Lawan Korona
    Berinvestasi dapat meredam dan membangkitkan pasar keuangan nasional di tengah korona. Foto: Medcom.id.
    Jakarta: Bareksa menggandeng OVO, perusahaan uang elektronik untuk berinvestasi melawan virus korona.

    CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra mengatakan inisiatif ini merupakan ajakan kepada masyarakat untuk berinvestasi sekaligus berdonasi, termasuk mendukung rencana Kementerian Keuangan menerbitkan Pandemic Bonds.

    "Kami mengajak segenap investor untuk bukan hanya berinvestasi bagi peningkatan kesejahteraan mereka sendiri, tapi juga untuk bersama-sama meredam dan membangkitkan pasar keuangan nasional dan berinvestasi dalam bentuk donasi untuk membantu pemerintah memerangi pandemi global ini," kata Karaniya dalam keterangan tertulisnya, Senin, 6 April 2020.

    Ia menjelaskan, melalui program #InvestasiLawanCorona Bareksa dan OVO akan mendonasikan dana dari setiap penjualan reksa dana dan emas diplatform milik Bareksa dengan menggunakan metode pembayaran OVO.

    Untuk setiap transaksi reksa dana dan emas senilai minimal Rp300 ribu, Bareksa dan OVO akan menyumbangkan Rp50 ribu setiap transaksi. Program ini akan berlangsung selama satu bulan dengan kode promo LAWANCORONA.

    "Program ini juga akan diberlakukan untuk mendukung rencana pemerintah menerbitkan pandemic bonds," ucap Karaniya.

    Lebih lanjut mengenai penggunaan sumbangan dana yang terkumpul, sebanyak 30 persen akan dibelikan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis di sejumlah rumah sakit rujukan yang disalurkan melalui WeCare.id.

    Sementara sisanya 70 persen akan disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membeli paket logistik keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangan dan kesehatan bagi warga kurang mampu yang terdampak situasi darurat covid-19.

    Kemudian mengenai Pandemic Bonds, Karaniya menjelaskan, Bareksa dan OVO juga siap mendukung Perppu Nomor 1/2020 mengenai kebijakan keuangan negara dan stabilitas keuangan untuk penanganan pandemi covid-19.  

    Adapun, salah satu poin dalam Perppu menyatakan pemerintah dapat menerbitkan SUN (Surat Utang Negara) atau SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) dengan tujuan tertentu, khususnya dalam penanganan pandemi covid-19.

    Sejauh ini, lanjutnya, Bareksa mencatat fenomena menarik di tengah anjloknya pasar modal dunia. Dalam penerbitan SBSN seri SR012, pemerintah berhasil meraup dana pembelian dari segmen ritel secara online hingga Rp12 triliun. Angka ini melonjak hampir 50 persen dibanding penerbitan seri SUN Ritel yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder sebelumnya yakni ORI016.

    "Investor yang membeli hampir 24 ribu orang, atau tertinggi sepanjang penjualan SUN dan SBSN ritel selama ini. Di platform Bareksa sendiri pembeli SR012 melonjak 79 persen dibanding ORI016," sebut dia.
     
    Kemudian, Dana Kelolaan Reksa Dana, Berdasarkan data OJK per Februari 2020, total seluruh dana kelolaan (asset under management, AUM) anjlok 3,1 persen secara year to date (ytd) menjadi Rp2,28 triliun. Akan tetapi, dalam periode sama, AUM jenis reksa dana pasar uang justru meningkat 10,4 persen menjadi Rp76,4 triliun per akhir Februari 2020.

    Bareksa memperkirakan gambaran AUM industri di bulan Maret 2020, juga masih akan positif pada reksa dana pasar uang mengingat kinerja reksa dana yang masih cukup stabil di mana reksa dana ini masih memberikan hasil rata-rata di atas enam persen dalam satu tahun terakhir.

    "Per akhir Maret 2020, AUM reksa dana pasar uang meningkat 5 persen dibanding akhir bulan Februari 2020. Jumlah investor juga masih terus naik, saat ini telah lebih dari 800 ribu atau sekitar 43 persen dari jumlah investor reksadana di Indonesia," jelasnya.

    Di sektor investasi emas, Bareksa baru meluncurkan BareksaEmas yang sudah bisa diakses oleh nasabah. Fitur jual beli emas secara online dengan fasilitas titipan ini diharapkan bisa menjadi alternatif investasi dan bisa menjadi aset aman (safe haven) saat terjadi risiko depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akibat pandemi covid-19.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id