Manulife Gelontorkan Rp3,5 Miliar ke Pekerja Medis

    Ade Hapsari Lestarini - 20 Juli 2020 12:18 WIB
    Manulife Gelontorkan Rp3,5 Miliar ke Pekerja Medis
    Direktur and Chief Marketing Officer Manulife Indonesia, Novita J Rumngangun (kiri). Foto: Manulife.
    Jakarta: Presiden Joko Widodo belum lama ini meminta para pejabat terkait memperhatikan pasokan dan distribusi Alat Pelindung Diri (APD). Hal ini terkait keluhan para pekerja medis di berbagai daerah mengenai minimnya ketersediaan APD. Kondisi tersebut membuat para pekerja medis rentan terinfeksi virus korona atau covid-19.

    Menurut Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Halim Malik, hingga awal Juli 2020 tercatat 60 orang dokter yang meninggal karena covid-19. Sedangkan, data Perhimpunan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menyebutkan, hingga 23 Juni 2020 terdapat 30 perawat yang meninggal dunia.

    Wakil Ketua Umum PB IDI dr Adib Khumaidi mengungkapkan tingkat kematian tenaga kesehatan akibat covid-19 di Indonesia adalah yang tertinggi Asia Tenggara, bahkan di dunia. Dikatakan, di negara-negara lain angka kematian tenaga medis sekitar satu persen. Sedangkan di Indonesia berkisar 5-6 persen. Salah satu penyebabnya karena terbatasnya APD bagi para tenaga medis saat bertugas.

    Kementerian Kesehatan pada April 2020 lalu memperkirakan Indonesia membutuhkan sedikitnya delapan juta APD untuk para pekerja medis. Namun, kemampuan pemerintah terbatas mengingat penerimaan negara selama pandemi ini juga ikut tergerus.

    Merespons kebutuhan APD tersebut dan melihat peran penting para pekerja medis dalam mengatasi covid-19 di Indonesia, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) tergerak ikut menyediakan APD bagi tenaga kesehatan. Lewat program satu produk satu APD, Manulife Indonesia mengajak nasabahnya ikut berpartisipasi membantu para pekerja medis mengatasi covid-19 di negeri ini. Program tersebut dimulai sejak 2 Juni 2020 hingga akhir Juli 2020 nanti. Diperkirakan pada akhir Juli 2020 akan terkumpul 5.000 APD.

    Direktur and Chief Marketing Officer Manulife Indonesia Novita J Rumngangun akhir pekan lalu mengatakan, setelah terkumpul APD tersebut akan dibagikan ke berbagai rumah sakit di Jabodetabek.

    Selain APD, Manulife juga memberikan donasi 350 unit komputer kepada sekitar 180 fasilitas kesehatan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur. Komputer ini  akan digunakan untuk pendataan administrasi dan pengunaan alat-alat kesehatan yang memerlukan komputer. Hingga akhir Juni 2020, jumlah seluruh donasi APD dan unit komputer yang terkumpul mencapai lebih dari Rp3,5 miliar. Jumlah ini akan bertambah lagi sampai akhir Juli nanti.

    "Ini merupakan bentuk konkrit pelayanan Manulife terhadap Indonesia. Apalagi, saat ini, pemerintah sedang berusaha mengatasi pandemi Covid-19. Karena itu, sudah sepatutnya Manulife yang tahun ini genap 35 tahun berada di Indonesia juga ikut berpartisipasi menanggulangi Covid-19 dari Indonesia," jelasnya.

    Program satu produk satu APD ini ternyata mendapat respons yang positif dari para agen dan nasabah Manulife. Mereka salut kepada Manulife karena peduli terhadap sesama yaitu tenaga medis. Lydia Pakpahan, salah satu nasabah Manulife mengungkapkan, ia merasa senang bisa membantu tenaga medis melalui pembelian produk Manulife Lifestyle Protector (MLP).

    Komitmen Manulife Indonesia kepada nasabah juga terlihat dari pembayaran klaim covid-19. Hingga 13 Juli 2020, Manulife telah membayar klaim terkait covid-19 sebesar Rp20.442.587.045.

    Sedangkan, selama lima tahun terakhir, Manulife Indonesia membayarkan klaim senilai Rp30,3 triliun atau setara dengan Rp83 miliar per hari atau Rp3,5 miliar per jam mencakup klaim individu, grup, dan pensiun.

    Sementara itu, klaim terbesar yang pernah dibayarkan Manulife Indonesia terjadi pada 2019 di mana klaim uang pertanggungan untuk seorang nasabah yang dibayarkan sebesar USD4.045.523. Memasuki 35 tahun beroperasi di Indonesia tahun ini , Manulife telah melayani lebih dari dua juta nasabah.

    Kepedulian terhadap pekerja medis ini juga ditunjukkan oleh sejumlah perusahaan asuransi di Indonesia. Contohnya, PT Asuransi Cigna yang memberikan perlindungan asuransi kepada 605 tenaga medis di lima Puskesmas di Jakarta. PT Prudential Life Assurance memberikan perlindungan bagi 500 relawan di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta dengan santunan sebesar Rp50 juta bagi ahli waris jika tertanggung meninggal dunia. Sedangkan, PT Asuransi Jiwa Sequis Life memberikan perlindungan kepada 1.000 tenaga kesehatan di DKI Jakarta yang terdiagnosis positif covid-19.

    Di tengah situasi pandemi seperti saat ini, uluran tangan dan bantuan dari semua pihak sangat dibutuhkan. Karena itu, langkah konkrit yang sudah dilakukan Manulife itu patut diapresiasi.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id