Himbara Sudah Salurkan Rp49,65 Triliun Dana Pemerintah

    Husen Miftahudin - 04 Agustus 2020 18:20 WIB
    Himbara Sudah Salurkan Rp49,65 Triliun Dana Pemerintah
    Ilustrasi penyaluran kredit Himbara - - Foto: MI/ Ramdani
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan realisasi penyaluran dana pemerintah yang ditempatkan di Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) telah mencapai Rp49,65 triliun. Angka ini setara 165,5 persen terhadap alokasi penempatan dana pemerintah untuk percepatan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp30 triliun.

    "Realisasi dana penyaluran dana pemerintah yang ditempatkan di bank Himbara sampai dengan 27 Juli kemarin telah terealisasi sebesar 165,5 persen terhadap alokasi dana (Rp30 triliun) atau sudah mencapai 41,1 persen dari target distribusi sebesar Rp120,9 triliun," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020.

    Pemerintah sebelumnya menempatkan dana Rp30 triliun di empat bank Himbara. Dana pemerintah itu ditempatkan di BRI sebesar Rp10 triliun, Bank Mandiri sebanyak Rp10 triliun, BNI Rp5 triliun, dan BTN Rp5 triliun.

    Kemudian pemerintah mengharapkan keempat bank tersebut dapat mengekspansi (leverage) kredit penempatan dana itu sebanyak tiga kali. Artinya, empat bank Himbara tersebut harus menyalurkan dalam bentuk kredit sebanyak Rp90 triliun.

    Himbara justru berkomitmen untuk lebih banyak menyalurkan kredit tersebut. Mereka sepakat dan menyatakan kesanggupannya untuk mengekspansi penempatan dana pemerintah sebanyak empat kali dari alokasi dana, atau sekitar Rp120,9 triliun.

    Wimboh merinci, realisasi kredit yang telah disalurkan BRI per 27 Juli 2020 mencapai sebanyak Rp23,64 triliun kepada 551.375 debitur. Angka itu setara 236,4 persen terhadap alokasi dana penempatan dana pemerintah sebanyak Rp10 triliun dan 39,1 persen terhadap rencana distribusi BRI sebesar Rp60,48 triliun.

    Sementara Bank Mandiri telah menyalurkan kredit sebanyak Rp16,24 triliun kepada 28.854 debitur. Angka itu setara 162,4 persen terhadap alokasi dana penempatan dana pemerintah sebanyak Rp10 triliun dan 53,43 persen terhadap rencana distribusi Bank Mandiri sebesar Rp30,4 triliun.

    Untuk BNI sudah menyalurkan kredit sebanyak Rp6,55 triliun kepada 22.987 debitur. Angka itu setara 131,0 persen terhadap alokasi dana penempatan dana pemerintah sebanyak Rp5 triliun dan 43,6 persen terhadap rencana distribusi BNI sebesar Rp15,04 triliun.

    Adapun BTN sudah menyalurkan kredit sebanyak Rp3,22 triliun kepada 13.758 debitur. Angka itu setara 64,4 persen terhadap alokasi dana penempatan dana pemerintah sebanyak Rp5 triliun dan 21,5 persen terhadap rencana distribusi BTN sebesar Rp15,01 triliun.

    Wimboh memastikan pihaknya akan terus memantau agar perbankan terus mengakselerasi pemberian kredit dan berbagai upaya pemulihan sektor riil sehingga dapat berkontribusi lebih dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

    "Ini adalah hal yang betul-betul kami monitor dan kami dorong agar target leverage tiga kali bisa tercapai, dan ini kita mendapat laporan dari bank Himbara secara mingguan untuk kami rekap dan kami laporkan kepada masyarakat dan stakeholder terkait lainnya," pungkas Wimboh.  


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id