Restrukturisasi Kredit Himbara Capai Rp441 Triliun

    Husen Miftahudin - 28 Juli 2020 12:33 WIB
    Restrukturisasi Kredit Himbara Capai Rp441 Triliun
    Ilustrasi - - Foto: Antara/ Puspa Perwitasari
    Jakarta: Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menyatakan program restrukturisasi kredit berdampak signifikan bagi keberlangsungan para pelaku usaha. Restrukturisasi tersebut mampu meringankan beban pelaku usaha di tengah gejolak ekonomi imbas pandemi.
     
    "OJK telah memberikan beleid untuk fleksibilitas bagi perbankan untuk memberikan restrukturisasi kredit UMKM dan juga korporasi dengan bentuk pelonggaran pokok bunga. Ini memberikan ruang kepada perbankan untuk merestrukturisasi kredit agar lebih fleksibel dan tidak memberikan beban terlalu berat kepada nasabah," ujar Kartika dalam acara Kajian Tengah Tahun Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Selasa, 28 Juli 2020.

    Khusus untuk Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara), empat bank pelat merah tersebut telah memberikan restrukturisasi kredit kepada 3,7 juta debitur UMKM dan korporasi. Total saldo pokok plafon pinjaman perjanjian kredit (baki debet) yang direstrukturisasi senilai Rp441 triliun.

    "Di Maret, khususnya April, Mei, Juni, itu telah terjadi restrukturisasi kredit yang sangat masif dalam bentuk penundaan pokok, pembayaran bunga, dan juga penurunan bunga yang diberikan oleh para pelaku perbankan," tuturnya.

    Tiko, sapaan akrabnya, mengungkapkan implementasi restrukturisasi kredit yang dilakukan Himbara memiliki dampak dengan skala masif kepada masyarakat. Utamanya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang khusus menangani segmen mikro dan ultra mikro.

    "Kita memang memberikan ruang kepada para pelaku usaha di awal pandemi ini untuk memberikan kelonggaran cash flow dalam bentuk penundaan pembayaran pokok maupun utang yang memang ini dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha," ungkap Tiko.

    Adapun hingga 13 Juli 2020 OJK melaporkan nilai restrukturisasi kredit yang sudah direalisasikan industri perbankan mencapai Rp776,9 triliun. Keringanan kredit ini diberikan kepada 6,75 juta nasabah dari 100 bank yang sudah mengimplementasikan program ini.

    Bila dijabarkan, sebanyak Rp328,6 triliun diberikan kepada 5,43 juta debitur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sementara sebanyak 1,32 juta debitur lainnya merupakan nasabah non-UMKM dengan total baki debet yang direstrukturisasi senilai Rp448,3 triliun.

    OJK melihat terdapat 102 bank yang berpotensi mengimplementasikan restrukturisasi kredit kepada 15,24 juta debitur dengan baki debet sebanyak Rp1.369 triliun. Potensi tersebut terdiri dari 12,69 juta debitur UMKM dengan baki debet sebesar Rp558,7 triliun. Sedangkan debitur non-UMKM sebanyak 2,55 juta orang dengan baki debet mencapai Rp811,2 triliun. 

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id