OJK Berencana Perpanjang Restrukturisasi Kredit

    Eko Nordiansyah - 29 Juli 2020 12:40 WIB
    OJK Berencana Perpanjang Restrukturisasi Kredit
    Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso - - Foto: dok Kementerian Keuangan
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana memperpanjang program restrukturisasi kredit. Perpanjangan program ini dimaksudkan untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional imbas pandemi covid-19.

    Aturan mengenai restrukturisasi kredit tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran COVID-19.

    "POJK Nomor 11 kita ini (berlaku) satu tahun, ada kemungkinan diperpanjang," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2020.

    Wimboh berharap perpanjangan program ini dapat memberi ruang bagi para pelaku usaha untuk bangkit. Pasalnya, OJK melihat korporasi membutuhkan dukungan stimulus dalam memulai kembali usaha mereka.

    "Kami perkirakan korporasi butuh waktu untuk bangkit kembali. Tentunya akan kami akan putuskan sebelum akhir tahun mengenai POJK 11 ini. Kelihatannya memang agak berat untuk recover pulih untuk para debitur ini sampai Desember (2020), jadi kelihatannya memang akan kita perpanjang," jelas dia.

    OJK sebelumnya melaporkan realisasi restrukturisasi kredit perbankan mencapai Rp776,9 triliun hingga 13 Juli 2020. Keringanan kredit ini diberikan kepada 6,75 juta nasabah dari total 100 bank.

    Jika dirinci, sebanyak Rp328,6 triliun diberikan kepada 5,43 juta debitur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sementara sebanyak 1,32 juta debitur lainnya merupakan nasabah non-UMKM dengan total saldo pokok plafon pinjaman perjanjian kredit (baki debet) yang direstrukturisasi senilai Rp448,3 triliun.

    Selain program restrukturisasi tadi, pemerintah juga memberi penjaminan kredit kepada UMKM maupun korporasi. Dengan berbagai insentif ini, Wimboh berharap para pelaku usaha bisa mulai bangkit agar kembali mendorong roda perekonomian.

    "Tanpa restrukturisasi OJK akan sulit bagi perbankan menyangga permodalannya. Dan ini sekarang kita berpikir bagaimana kita bangkit dan program ini penting karena akan mempercepat dan beri appetite bagi pengusaha agar segera bangkit," pungkas Wimboh.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id