Neraca Dagang Defisit, Rupiah Tetap Merekah

    Husen Miftahudin - 15 Mei 2020 21:07 WIB
    Neraca Dagang Defisit, Rupiah Tetap Merekah
    Ilustrasi rupiah - - Foto: dok MI
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tetap perkasa meski neraca perdagangan defisit USD350 juta. Rupanya pasar merespons berbeda lantaran neraca perdagangan secara kumulatif pada Januari-April 2020 tercatat surplus sebesar USD2,25 miliar.

    Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan posisi ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat defisit sebesar USD2,56 juta.

    "Surplus terjadi karena nilai ekspor mencapai USD12,19 miliar. Sementara nilai impor lebih besar dibandingkan ekspor, yakni USD12,54 miliar. Meski defisit, tapi masih lebih baik dari prediksi awal," ujar Ibrahim dalam keterangannya yang disampaikan kepada Medcom.id, Jumat, 15 Mei 2020.

    Pasar keuangan juga lebih melihat upaya pemerintah terhadap pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pelonggaran PSBB diyakini mampu memulihkan ekonomi dan mengurangi angka pengangguran.

    "Pemerintah harus berani melonggarkan kebijakan PSBB, paling utama adalah provinsi DKI Jakarta. Karena DKI Jakarta merupakan barometer ekonomi nasional, apalagi ibu kota ada di DKI sehingga akan berpengaruh terhadap pergerakan ekonomi," urainya.

    Menurut Ibrahim, keberanian pemerintah melonggarkan PSBB di DKI akan membawa angin segar bagi pasar. "Dampaknya, modal asing kembali masuk ke pasar valas dan obligasi, sehingga mata uang Garuda kembali menguat," jelas dia.

    Dalam penutupan perdagangan hari ini, rupiah tercatat menguat tipis. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup menguat ke posisi Rp14.860 per USD dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp14.885 per USD.

    Rupiah bergerak menguat 25 poin atau setara 0,17 persen. Sedangkan rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.860 per USD sampai Rp14.902 per USD.

    Sedangkan mengutip data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.905 per USD. Rupiah mengalami penguatan 37 poin atau setara 0,25 persen, dari Rp14.942 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Sementara mengutip data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.909 per USD atau mengalami penguatan sebesar 37 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.946 per USD.

    "Dalam perdagangan minggu depan tepatnya di hari Senin, rupiah kemungkinan akan ditutup menguat walaupun dibuka melemah. Rentang gerak rupiah Senin akan berada di level Rp14.800 per USD sampai Rp14.920 per USD," tutup Ibrahim.




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id