Tren Penjualan Surat Utang Negara Meningkat saat Pandemi

    Annisa ayu artanti - 10 Juli 2020 12:47 WIB
    Tren Penjualan Surat Utang Negara Meningkat saat Pandemi
    Foto: Grafis Medcom.id
    Jakarta: Bareksa mencatat penjualan Surat Berharga Negara (SBN) meningkat di tengah pandemi. Tercatat penjualan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI-017 melesat 608 persen.

    CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra mengatakan pada penutupan penawaran 9 Juli, nilai penjualan ORI-017 di Bareksa meningkat 608 persen dibandingkan ORI-016. Angka ini jauh lebih tinggi dari angka pertumbuhan secara nasional. Sementara jumlah nasabah melonjak 382 persen.

    Adapun masa penawaran ORI-017 dibuka sejak 15 Juni hingga 9 Juli 2020. Total angka penjualan ORI-017 secara nasional mencapai sekitar Rp18,33 triliun.

    "Ini rekor tertinggi sepanjang sejarah penjualan SBN di Bareksa. Fenomena ini menarik dan penting untuk kita cermati bersama," kata Karaniya dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 10 Juli 2020.

    Ia menjelaskan, tren penjualan SBN ritel secara online, terus meningkat tajam. Di tengah pandemi covid-19 dan memasuki era new normal (kenormalan baru), marketplace finansial Bareksa justru membukukan rekor tertinggi penjualan ORI-017.

    "Di tengah pandemi covid-19 dan era new normal, kita justru melihat akselerasi penjualan di segmen retail melalui teknologi digital dan terus meluasnya demokratisasi obligasi negara yang sebelumnya merupakan wilayah yang elitis, yang jauh dari jangkauan masyarakat luas," ucapnya.

    Tidak hanya dari sisi nominal pembelian, jumlah investor yang melakukan pembelian di Bareksa juga mencetak rekor. Per 9 Juli 2020, jumlah investor yang membeli ORI-017 di Bareksa dibandingkan jumlah investor secara nasional mencapai sekitar 12 persen.

    Sebelumnya, ia mengungkapkan penjualan SBN tertinggi di Bareksa terjadi pada penjualan Savings Bond Ritel seri SBR005 yang ditawarkan pada Januari 2019 lalu.

    Seperti diketahui, imbal hasil SBN 100 persen dijamin pemerintah. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan pasar modal akibat pandemi covid-19, produk investasi yang aman risiko seperti SBN semakin menarik minat investor ritel.

    "Ini momentum yang bagus untuk semakin memasyarakatkan dan mendemokratisasi pasar SBN kita, sehingga pemerintah memiliki sumber pendanaan baru yang berasal dari segmen investor ritel," ujarnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id