Surplus Neraca Dagang Sokong Penguatan Rupiah

    Husen Miftahudin - 15 September 2020 20:44 WIB
    Surplus Neraca Dagang Sokong Penguatan Rupiah
    Ilustrasi penguatan nilai tukar rupiah - - Foto: dok Antara
    Jakarta: Surplus neraca perdagangan periode Agustus 2020 yang dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) membaut nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) mengalami penguatan pada perdagangan hari ini.

    BPS mencatat ekspor Agustus 2020 sebesar USD13,07 miliar atau turun 4,62 persen dibanding Juli 2020. Nilai ekspor ini juga turun 8,36 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama 2019.

    Sementara impor pada Agustus 2020 tercatat sebanyak USD10,74 miliar atau naik 2,65 persen dibandingkan dengan posisi Juli 2020. Sedangkan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor turun drastis hingga 24,19 persen.

    "Dengan demikian neraca perdagangan Indonesia pada Juli tercatat surplus USD2,33 miliar. Ini adalah keempat kalinya secara berturut-turut neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya kepada Medcom.id, Selasa, 15 September 2020.

    Penguatan mata uang Garuda ini juga didukung oleh pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dalam penerapan menurut Ibrahim tidak terlalu total seperti yang dikhawatirkan oleh para pelaku pasar keuangan.

    "Padahal semula pasar begitu khawatir dengan implementasi PSBB di Ibu Kota sehingga pelaku pasar kembali lega dan bekerja seperti biasanya. Dengan begitu, kekhawatiran gerak roda ekonomi akan seret, kembali sirna," jelasnya.

    Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup menguat ke posisi Rp14.845 per USD dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp14.880 per USD.

    Mata uang Garuda tersebut menguat sebanyak 35 poin atau setara 0,24  persen. Rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.805 per USD sampai Rp14.864 per USD.

    Sedangkan menukil data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.835 per USD. Rupiah menguat sebanyak 25 poin atau setara 0,17 persen, dari Rp14.860 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.870 per USD atau menguat signifikan sebanyak 96 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.974 per USD.

    "Dalam perdagangan di hari Rabu, mata uang rupiah kemungkinan masih akan berfluktuatif namun ditutup menguat 20-40 poin di level Rp14.820 per USD hingga Rp14.900 per USD," tutup Ibrahim.


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id