Jurus Jitu OJK Perkuat Industri Perbankan Nasional

    Husen Miftahudin - 08 April 2021 11:31 WIB
    Jurus Jitu OJK Perkuat Industri Perbankan Nasional
    Ilustrasi OJK - - Foto: dok MI



    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk terus memperkuat industri perbankan nasional di tengah perlambatan ekonomi akibat dampak pandemi covid-19. Hal tersebut perlu dilakukan guna menjaga stabilitas sistem keuangan.

    Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana membeberkan jurus jitu otoritas dalam memperkuat industri perbankan nasional. Di antaranya dengan menerbitkan 10 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) dan lima Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) selama tahun 2020.






    "Aturan tersebut antara lain sebagai tindak lanjut menghadapi dampak pandemi covid-19, mendorong konsolidasi perbankan, meningkatkan transparansi, serta mendukung perkembangan industri perbankan," ujar Heru dikutip dari laman instagram terverifikasi OJK @ojkindonesia, Kamis, 8 April 2021.

    Menurutnya, berbagai kebijakan stimulus yang dikeluarkan OJK juga bertujuan agar sektor jasa keuangan tetap kokoh dan sektor riil dapat kembali bisa bangkit dengan kemudahan-kemudahan seperti restrukturisasi kredit dan pembiayaan.

    Adapun 10 POJK yang dikeluarkan adalah POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Covid-19. Kemudian POJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

    Ada juga POJK Nomor 13/POJK.03/2020 tentang Perubahan atas POJK Nomor 38/POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum. Lalu POJK Nomor 18/POJK.03/2020 tentang Perintah Tertulis untuk Penanganan Permasalahan Bank.

    POJK Nomor 34/POJK.03.2020 tentang Kebijakan Bagi Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah sebagai Dampak Penyebaran Covid-19. POJK Nomor 45/POJK.03/2020 tentang Konglomerasi Keuangan. POJK Nomor 48/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Covid-19.

    Selanjutnya ada POJK Nomor 62/POJK.03/2020 tentang Bank Perkreditan Rakyat. POJK Nomor 63/POJK.03/2020 tentang Pelaporan Bank Umum melalui Sistem Pelaporan Otoritas Jasa Keuangan. POJK Nomor 64/POJK.03/2020 tentang Pelaporan dan Permintaan Informasi Debitur melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan.

    Sementara, lima SEOJK yang dikeluarkan adalah SEOJK Nomor 5/SEOJK.03/2020 tentang Penetapan Status dan Tindak Lanjut Pengawasan BPR dan BPRS. SEOJK Nomor 6/SEOJK.03/2020 tentang Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko untuk Risiko Operasional dengan Menggunakan Pendekatan Standar Bagi Bank Umum.

    Kemudian SEOJK Nomor 9/SEOJK.03/2020 tentang Transparansi dan Publikasi Laporan Bank Umum Konvensional. SEOJK Nomor 24/SEOJK.03/2020 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Perkreditan Rakyat. Terakhir, SEOJK Nomor 26/SEOJK.03/2020 tentang Pelaporan Bank Umum Konvensional Melalui Sistem Pelaporan Otoritas Jasa Keuangan.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id