Perbankan Harus Layani Nasabah Lebih Fleksibel saat Pandemi

    Angga Bratadharma - 23 Februari 2021 13:30 WIB
    Perbankan Harus Layani Nasabah Lebih Fleksibel saat Pandemi
    Ilustrasi. FOTO: CIMB Niaga



    Jakarta: Kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan tidak surut meski di tengah pandemi. Karena itu, selain mengarahkan nasabah untuk memanfaatkan layanan aplikasi digital banking dan internet banking, perbankan juga perlu menyediakan sentra layanan yang mudah dijangkau masyarakat yang beraktivitas di luar rumah.

    Head of Digital Banking, Branchless and Partnership CIMB Niaga Bambang Karsono Adi mengatakan PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) memberikan layanan tersebut melalui kantor cabang digital atau Digital Lounge yang tersebar di berbagai mal, perkantoran, kampus, dan kawasan residensial.




    Fasilitas itu, lanjutnya, dapat melayani beragam kebutuhan perbankan nasabah secara nyaman dengan waktu operasional yang lebih panjang dan fleksibel, termasuk di akhir pekan dan hari libur nasional. Ia meyakini layanan Digital Lounge yang mengutamakan self service dan minim kontak fisik dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang tengah beraktivitas di luar rumah.

    "Kami terus mendorong nasabah untuk mengoptimalkan layanan digital banking dan internet banking dari perangkat masing-masing," kata Bambang, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 23 Februari 2021.

    Namun, masih kata Bambang, apabila harus beraktivitas di luar rumah seperti di mall atau perkantoran dan membutuhkan layanan perbankan, maka nasabah bisa datang ke CIMB Niaga Digital Lounge terdekat untuk melakukan berbagai aktivitas finansial secara mandiri.

    "Masyarakat yang membutuhkan informasi juga tak perlu khawatir karena Digital Banking Manager kami juga siap mendampingi, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan," kata Bambang.

    Sebelumnya, CIMB Niaga membukukan laba bersih konsolidasi (audited) sebesar Rp2 triliun di sepanjang 2020 dan menghasilkan earnings per share Rp80,72. Pencapaian laba bersih konsolidasi itu turun sebanyak 44 persen ketimbang pencapaian pada 2019 yang sebesar Rp3,64 triliun.
     
    Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan 2020 merupakan tahun yang menentukan dalam sejarah CIMB Niaga di tengah tantangan yang dihadapi industri perbankan sebagai dampak dari covid-19. Tigor menekankan tidak ada yang lebih penting pada 2020 dibandingkan dengan kelangsungan usaha.
     
    "Langkah tersebut kami wujudkan dengan memprioritaskan kesejahteraan karyawan, membantu nasabah agar usaha mereka dapat terus berjalan dan kebutuhan finansial tetap terpenuhi, serta turut mendukung program pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional," kata Tigor.

    Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) CIMB Niaga tercatat masing-masing sebesar 21,92 persen dan 82,91 persen per 31 Desember 2020. Sedangkan total aset sebesar Rp280,9 triliun per 31 Desember 2020. Sementara itu, total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp207,5 triliun dengan rasio CASA sebesar 59,62 persen.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id