RI Kebanjiran Dana Asing, Capai USD8,5 Miliar Sejak Awal 2021

    Husen Miftahudin - 18 Februari 2021 19:44 WIB
    RI Kebanjiran Dana Asing, Capai USD8,5 Miliar Sejak Awal 2021
    Bank Indonesia. Foto : MI.


    Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat dana-dana asing mengalir deras ke pasar keuangan domestik sejak awal 2021. Dari periode Januari hingga 16 Februari 2021, investasi portofolio net inflows mencapai sebanyak USD8,5 miliar.

    Banjirnya dana asing yang masuk ke Indonesia tersebut membuat nilai tukar rupiah per 17 Februari 2021 menguat 0,22 persen secara rerata dan 0,07 persen secara point to point dibandingkan dengan level Januari 2021. Penguatan mata uang Garuda tersebut juga didukung oleh langkah-langkah stabilisasi Bank Indonesia.




    "Penguatan nilai tukar rupiah didorong oleh peningkatan aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik seiring dengan penurunan ketidakpastian pasar keuangan global dan persepsi positif investor terhadap prospek perbaikan perekonomian domestik," ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil RDG Bulanan BI secara virtual, Kamis, 18 Februari 2021.

    Perry memandang bahwa penguatan nilai tukar rupiah berpotensi berlanjut seiring levelnya yang secara fundamental masih undervalued. Hal ini didukung oleh defisit transaksi berjalan yang rendah, inflasi yang terjaga, daya tarik aset keuangan domestik yang tinggi, premi risiko Indonesia yang menurun, serta likuiditas global yang besar.

    "Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar, melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar," ungkap dia.

    Adapun Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diprakirakan tetap baik, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal. NPI keseluruhan 2020 diprakirakan mengalami surplus, ditopang oleh transaksi modal dan finansial yang meningkat dan defisit transaksi berjalan yang menurun.

    Sementara itu, neraca perdagangan pada Januari 2021 mencatat surplus sebesar USD1,96 miliar, melanjutkan surplus yang telah terjadi sejak Mei 2020. Kinerja positif itu dipengaruhi oleh ekspor yang kembali mencatat kenaikan sebesar 12,24 persen (yoy), ditopang terutama oleh permintaan dari Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang, serta kenaikan harga komoditas global.

    Di sisi lain, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2021 tercatat sebesar USD138,0 miliar, setara dengan pembiayaan 10,5 bulan impor atau 10,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

    "Ke depan, defisit transaksi berjalan diprakirakan tetap rendah yaitu sekitar 1,0 persen hingga 2,0 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto) pada tahun 2021, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal ekonomi Indonesia," tutup Perry.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id