comscore

Jadi Kandidat Deputi Gubernur BI, Ini Profil Singkat Juda Agung dan Aida Budiman

Husen Miftahudin - 16 November 2021 22:19 WIB
Jadi Kandidat Deputi Gubernur BI, Ini Profil Singkat Juda Agung dan Aida Budiman
Ilustrasi gedung BI. Foto: dok MI/Ramdani.
Jakarta: DPR telah menerima dua nama kandidat calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), yakni Juda Agung dan Aida Suwandi Budiman. Keduanya diajukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggantikan dua pejabat lama bank sentral yang berakhir masa jabatannya pada 6 Januari 2022.

Adapun, Juda Agung yang kini menjabat sebagai Asisten Gubernur Kepala Kebijakan Makroprudensial BI diusulkan untuk menggantikan Deputi Gubernur BI Sugeng. Pada awal Juli tahun lalu, Juda Agung merupakan salah satu calon pengganti Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto, bersama dengan Aida Budiman dan Doni Primanto Joewono.

 



Sayangnya dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dengan Komisi XI DPR, ia dan Aida Budiman tidak terpilih. Parlemen memilih Doni Primanto Joewono untuk menggantikan Erwin Rijanto yang masa jabatannya berakhir pada 16 Juni 2020.

Juda Agung sendiri lahir di Pontianak pada 1964. Setelah menyelesaikan SMA-nya di Surakarta, ia menempuh pendidikan tingginya di Institut Pertanian Bogor (IPB), jurusan Teknik Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, hingga selesai pada 1987.

Selepas meraih gelar sarjana ia melanjutkan pendidikannya ke University of Birmingham, dengan mengambil konsentrasi di bidang Moneter, Keuangan, dan Bank. Dari kampus tersebut ia pun berhasil meraih gelar Master pada 1995 dengan predikat. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di University of Birmingham pada bidang Ekonomi, hingga meraih gelar S3 pada 1999.

Juda Agung mengawali karirnya di Bank Indonesia sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Pada 1992-1993, ia menjadi Research Assistant di Central Planning Bureau, Belanda. Setelah kembali dari tugas belajar dari University of Birmingham, selama tiga tahun, pada 1999-2002 ia pun menjadi peneliti ekonomi junior Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.

Kemudian pada 2002-2003, Juda Agung menjadi peneliti ekonomi Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter. Pada 2003-2006 ia menjadi Staf Gubernur Bank Indonesia. Pada 2007-2008 ia ditempatkan sebagai Advisor kepada Direktur Eksekutif IMF, Washington DC. Balik dari Washington, ia kembali ke Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter sebagai Kepala Bagian di Direktorat Riset Ekonom dan Kebijakan Moneter.

Pada 2012-2013, ia merupakan Advisor Ekonomi dan Kebijakan Moneter yang kemudian pada 2013 ia menjadi Kepala Grup Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter. Pada Februari 2014, Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo melantik Juda sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter.

Juda Agung juga sempat memangku jabatan sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat sejak 1 Maret 2017 hingga 13 April 2017, dan selanjutnya meneruskan tugas selaku Direktur Eksekutif di IMF terhitung mulai 1 Mei 2017.

Setelah kembali dari Washington DC, ia menjadi Direktur Eksekutif Kebijakan Makroprudensial, yang kemudian sejak 1 Januari 2020 dipromosikan sebagai Asisten Gubernur Bank Indonesia di bidang Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial.

Sementara itu, Aida Budiman yang merupakan Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI akan menggantikan Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi. Aida Budiman lahir di Bogor pada 1965.

Setelah menempuh pendidikan Sosial Ekonomi  Pertanian Agribisnis di IPB pada 1983, ia melanjutkan pendidikan di University of Southern California pada 1994 hingga meraih gelar MA in Economics, dan menambah gelar Ph.D pada 2001 setelah menjalani pendidikan di Claremont Graduate University, AS.

Ia mengawali karier pada 1991 sebagai staf Analis Inflasi dan Proyeksi Perekonomian Indonesia. Aida Budiman juga pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Eksekutif, International Monetary Fund, South East Asia Voting Group office pada 2010-2012.

Aida Budiman juga berpengalaman mewakili BI dalam working group untuk perumusan kebijakan internasional baik bilateral, regional, maupun multilateral. Di kancah nasional, Aida memiliki pengalaman dalam penyusunan strategi nasional pengembangan sektor industri dan pariwisata, pengembangan ISEF, Financial Safety Net dan penggunaan mata uang regional, serta strategi peningkatan rating Indonesia.

Komisi XI DPR sendiri akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test Juda Agung dan Aida Budiman pada akhir November 2021 ini.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id