Survei BI: Penyaluran Kredit Baru di Mei 2021 Melambat

    Husen Miftahudin - 18 Juni 2021 19:48 WIB
    Survei BI: Penyaluran Kredit Baru di Mei 2021 Melambat
    Ilustrasi penyaluran kredit perbankan - - Foto: dok MI



    Jakarta: Survei permintaan dan penawaran pembiayaan perbankan oleh Bank Indonesia (BI) memprakirakan penyaluran kredit baru pada Mei 2021 melambat dibandingkan April 2021.
     
    Hasil survei kepada perbankan menunjukkan bahwa Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 45,1 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan SBT bulan sebelumnya sebesar 48,0 persen.

    "Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan penyaluran kredit baru pada Mei 2021 diprakirakan terjadi pada jenis Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), dan kredit konsumsi lainnya," ungkap hasil survei yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Jumat, 18 Juni 2021.

     



    Berdasarkan kategori lapangan usaha, penyaluran kredit baru terutama diprioritaskan kepada langan usaha perdagangan besar dan eceran, diikuti oleh industri pengolahan/manufaktur, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan. Faktor utama yang memengaruhi perkiraan penyaluran kredit baru yaitu permintaan pembiayaan dari nasabah, serta prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan.

    Penyaluran kredit baru diprakirakan kembali meningkat pada Juni 2021. Terindikasi dari SBT ramalan Juni 2021 sebesar 71,7 persen. Berdasarkan kelompok bank, meningkatnya penyaluran kredit baru diprakirakan terjadi pada seluruh kategori bank, tertinggi pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Bank Umum dengan SBT masing-masing sebesar 88,3 persen dan 71,0 persen.

    "Sementara berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan tertinggi diprakirakan terjadi pada Kredit Kepemilikan Rumah dan Kredit Modal Kerja dengan SBT masing-masing sebesar 65,6 persen dan 62,7 persen," papar survei tersebut.

    Prakiraan melambatnya pertumbuhan kredit baru pada Mei 2021 sejalan dengan prakiraan melambatnya permintaan kredit baru. Hal ini terindikasi dari nilai SBT permintaan kredit baru sebesar 31,0 persen atau lebih rendah dibandingkan dengan SBT 35,1 persen pada April 2021.

    Berdasarkan jenis penggunaan, permintaan pembiayaan diprakirakan melambat pada KMK dan KPR dengan SBT masing-masing sebesar 29,0 persen dan 20,6 persen, sementara Kredit Konsumsi lainnya diindikasi meningkat. Faktor utama yang mempengaruhi perkiraan permintaan kredit baru pada Mei 2021 adalah prospek usaha dan kebutuhan pembiayaan nasabah.

    Di sisi lain, kebijakan penyaluran kredit (lending standard) pada Mei 2021 diprakirakan masih ketat sebagaimana bulan sebelumnya. Ini terindikasi dari SBT perubahan lending standard April 2021 sebesar 3,3 persen, tidak jauh berbeda dibandingkan SBT 3,5 persen pada bulan sebelumnya.

    Menurut survei, kebijakan penyaluran kredit yang ketat pada Mei 2021 diprakirakan dilakukan untuk kategori debitur Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) maupun non-UMKM. Ini terindikasi dari nilai SBT yang tercatat positif masing-masing sebesar 2,1 persen dan 1,9 persen.

    "Faktor yang memengaruhi perubahan standar pemberian kredit pada Mei 2021 antara lain proyeksi ekonomi ke depan, potensi risiko kredit ke depan, dan kondisi atau permasalahan sektor riil saat ini," pungkas Bank Indonesia.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id