Bos OJK: Vaksinasi Jadi Titik Pemulihan Sektor Keuangan di 2021

    Husen Miftahudin - 24 Juni 2021 17:03 WIB
    Bos OJK: Vaksinasi Jadi Titik Pemulihan Sektor Keuangan di 2021
    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengapresiasi langkah Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) yang mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi penyebaran covid-19 dengan menggelar vaksinasi massal untuk para pekerja industri asuransi. Sentra Vaksinasi Bersama AAUI ini melayani lebih dari 11 ribu orang.

    "Penanganan pandemi covid-19 ini menjadi game changer kita, terutama vaksin. Tanpa itu, sulit bagi kita untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunal di seluruh wilayah Tanah Air kita ini. Ini tidak bisa parsial, ini harus lengkap seluruh Indonesia," ucap Wimboh dalam Peresmian Sentra Vaksinasi Bersama AAUI secara virtual, Kamis, 24 Juni 2021.

     



    Menurut Wimboh, vaksinasi juga menjadi upaya dan langkah yang tepat dalam mengembalikan sektor jasa keuangan nasional, terutama Industri Keuangan Non Bank (IKNB). "Untuk itu, 2021 ini kita harapkan sebagai titik pemulihan ekonomi kita dan juga sektor keuangan kita, termasuk IKNB," tegasnya.

    Ia mengakui bahwa sektor jasa keuangan tidak akan bisa pulih seperti semula apabila penanganan pandemi covid-19 tidak bisa dilakukan secara baik. Pasalnya, mobilitas menjadi sangat penting agar bisa melakukan aktivitas sosial ekonomi.

    "Karena mobilitas kita sangat penting agar bisa melakukan aktivitas sosial ekonomi dan apa saja, sehingga inilah yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan juga terutama sektor keuangan," papar dia.

    Wimboh mengungkapkan, pandemi covid-19 membuat perekonomian nasional dan sektor jasa keuangan termasuk IKNB luluh lantak. Khusus untuk aset IKNB, sepanjang 2020 ada peningkatan sebanyak 3,08 persen secara year on year (yoy).

    "Wah, ini jauh lebih rendah apabila dibandingkan pertumbuhan sebelum masa pandemi covid-19 yang tumbuhnya bisa mencapai sebanyak 8,61 persen secara yoy," jelasnya.

    Di samping itu, dampak negatif pandemi covid-19 ini terhadap IKNB juga ditunjukkan oleh kontraksi pendapatan operasional perusahaan sebesar negatif 2,66 persen (yoy) selama 2020. "Ini jauh dari harapan kita sebelumnya, dan ini juga jauh di bawah sebelum pandemi covid-19," pungkas Wimboh.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id