Langkah The Fed Redam Inflasi Bikin Dolar Gilas Rupiah

    Husen Miftahudin - 14 Juni 2021 18:15 WIB
    Langkah The Fed Redam Inflasi Bikin Dolar Gilas Rupiah
    The Fed. Foto ; AFP.



    Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini tertekan imbas sentimen negatif eksternal. Salah satunya terkait dengan langkah The Fed yang sukses meredam tekanan inflasi kepada para pelaku pasar.

    Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya mengatakan arah dolar dalam beberapa pekan terakhir telah didorong oleh fluktuasi tekanan inflasi dari pembukaan kembali ekonomi. Kondisi ini dapat memaksa Federal Open Market Committee (FOMC) untuk mengurangi stimulus depresiasi mata uang sebelumnya.

     



    Komentar berulang oleh pembuat kebijakan bahwa inflasi akan bersifat sementara telah membantu menenangkan kegelisahan itu. Tetapi pasar sekarang mengharapkan petunjuk baru dari The Fed tentang waktu keluar dari kebijakan ultra-mudah.

    "The Fed kemungkinan akan dipaksa untuk memperdebatkan overshoot moderat dari target inflasi. Tetapi tampaknya pasar masih mengabaikan kejutan arah besar terhadap prospek inflasi. The Fed tidak akan yakin akan tekanan berkelanjutan pada Juni," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Senin, 14 Juni 2021.

    Namun menurutnya, sementara ini, bank sentral AS kemungkinan tidak akan bergerak setelah data semua pekerjaan meningkat 559 ribu dari bulan lalu, lebih rendah dari perkiraan ekonom. Pejabat The Fed kemungkinan hampir memberikan petunjuk tentang program pembelian asetnya.

    Berdasarkan survei, sekitar 40 persen memperkirakan bahwa The Fed akan mengambil langkah pertama menuju pengurangan saat ini sebesar USD120 miliar dalam pembelian obligasi bulanan pada akhir Agustus ketika Ketua Jerome Powell menjadi tuan rumah retret kebijakan di Jackson Hole, Wyoming.

    "Dewan telah mempertimbangkan kenaikan yang lebih besar dari 75 atau 100 basis poin dan kenaikan suku bunga lain sangat mungkin terjadi ketika pertemuan berikutnya pada 23 Juli. Inflasi konsumen tahunan, area tanggung jawab utama bank sentral, meningkat menjadi 6,0 persen di Mei, tingkat yang tidak terlihat sejak Oktober 2016 ketika suku bunga utama berada di 10 persen," paparnya.

    Adapun mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah tipis ke level Rp14.202 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 13 poin atau setara 0,10 persen dari posisi Rp14.189 per USD pada penutupan perdagangan di hari sebelumnya.

    Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah justru berada di zona hijau pada posisi Rp14.200 per USD. Rupiah menguat tiga poin atau setara 0,02 persen dari Rp14.203 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.222 per USD atau melemah 16 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.206 per USD.

    "Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.190 per USD hingga Rp14.230 per USD," pungkas Ibrahim.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id