comscore

Penyaluran Kredit Perbankan di Mei Nyaris Rp6.000 Triliun, Tumbuh 8,7%

Husen Miftahudin - 27 Juni 2022 15:58 WIB
Penyaluran Kredit Perbankan di Mei Nyaris Rp6.000 Triliun, Tumbuh 8,7%
Gedung Bank Indonesia. Foto: AFP/Romeo Gacad.
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyampaikan kredit yang disalurkan perbankan pada Mei 2022 tetap tumbuh positif meski tidak setinggi bulan sebelumnya. Penyaluran kredit pada Mei 2022 tercatat sebesar Rp5.999,0 triliun atau tumbuh 8,7 persen (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 8,9 persen (yoy).

"Perlambatan pertumbuhan kredit terutama terjadi pada golongan debitur korporasi. Kredit kepada korporasi melambat dari 10,3 persen pada April 2022 menjadi 9,8 persen (yoy) pada bulan laporan. Sementara itu, kredit kepada perorangan tumbuh 9,1 persen (yoy), meningkat dari pertumbuhan sebesar 8,9 persen (yoy) pada bulan sebelumnya," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, dikutip dari Analisis Uang Beredar Posisi Mei 2022, Senin, 27 Juni 2022.
Berdasarkan jenis penggunaan, perlambatan penyaluran kredit pada Mei 2022 terjadi pada Kredit Modal Kerja dan Konsumsi. Kredit Modal Kerja (KMK) tumbuh 11,0 persen (yoy), melambat dari bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 11,5 persen (yoy).

Perlambatan KMK terjadi pada sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan, serta sektor Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan. KMK sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan pada Mei 2022 tumbuh sebesar 20,8 persen (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 21,0 persen (yoy) seiring perlambatan kredit pada subsektor Pembibitan dan Budidaya Sapi Potong di Jawa Barat dan Jawa Timur.

KMK sektor Keuangan, Real Estate, dan Jasa Perusahaan tumbuh 13,6 persen (yoy), melambat dibandingkan bulan sebelumnya 14,8 persen (yoy). Ini terutama untuk subsektor Perantara Keuangan Lainnya (Non Bank) Leasing di DKI Jakarta dan Banten.

"Sementara itu, pertumbuhan Kredit Konsumsi (KK) juga mengalami perlambatan dari 6,4 persen (yoy) pada April 2022 menjadi 6,2 persen (yoy), didorong oleh penyaluran Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB)," ungkapnya.

Di sisi lain, Kredit Investasi (KI) tumbuh positif sehingga menahan perlambatan kredit yang lebih dalam. KI meningkat dari 7,2 persen (yoy) pada April 2022 menjadi 7,6 persen (yoy) pada Mei 2022, terutama di sektor Konstruksi serta sektor Pengangkutan dan Komunikasi.

KI sektor Konstruksi terakselerasi dari 3,9 persen (yoy) menjadi 7,3 persen (yoy) pada Mei 2022, terutama pada Bangunan Jalan Tol di Jawa Timur. Lebih lanjut, KI sektor Pengangkutan dan Komunikasi tercatat tumbuh 12,4 persen (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya 10,5 persen (yoy), terutama pada KI Jaringan Telekomunikasi di Jawa Barat.

Sejalan dengan perlambatan total kredit, penyaluran kredit sektor properti pada Mei 2022 tumbuh 5,9 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 6,1 persen (yoy), terutama pada Kredit KPR/KPA.

Kredit KPR/KPA melambat dari 10,5 persen (yoy) menjadi sebesar 9,8 persen (yoy) pada Mei 2022, terutama untuk pembiayaan perumahan tipe 22 sampai dengan tipe 70 di Jawa Barat dan Banten. Sementara itu, kredit real estate tumbuh stabil sebesar 4,3 persen (yoy) pada bulan laporan.

"Di sisi lain, kredit konstruksi tumbuh 0,9 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 0,5 persen (yoy), seiring peningkatan penyaluran kredit pada Bangunan Jalan Tol," papar Erwin.

Penyaluran kredit kepada UMKM pada Mei 2022 tumbuh 17,0 persen(yoy), meningkat dari bulan sebelumnya 16,9 persen (yoy), terutama pada kredit skala mikro. Adapun kredit UMKM skala mikro tumbuh 108,7 persen (yoy) pada Mei 2022, terakselerasi lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 105,4 persen (yoy).

"Sementara itu, kredit UMKM skala menengah terkontraksi 27,1 persen (yoy), membaik dibandingkan kontraksi 27,9 persen (yoy) pada bulan April 2022. Demikian pula, kredit usaha kecil mengalami perlambatan menjadi sebesar 22,6 persen (yoy) pada bulan laporan. Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan kredit UMKM didorong oleh Kredit Modal Kerja," urai Erwin.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id