comscore

Gara-gara Kenaikan Suku Bunga The Fed, Rupiah Lagi-lagi Takluk terhadap Dolar

Husen Miftahudin - 16 Juni 2022 16:56 WIB
Gara-gara Kenaikan Suku Bunga The Fed, Rupiah Lagi-lagi Takluk terhadap Dolar
Ilustrasi. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
Jakarta: Nilai tukar rupiah lagi-lagi takluk terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ini akibat para investor telah mencerna kenaikan suku bunga 75 basis poin yang diumumkan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve.

"(Kenaikan suku bunga The Fed) bertujuan untuk menjinakkan inflasi setelah indeks harga konsumen naik 8,6 persen (yoy) di Mei, terbesar sejak 1994," ungkap analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya, Kamis, 16 Juni 2022.
Sebelumnya, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral akan memberikan kenaikan besar lainnya pada Juli. Tetapi kenaikan 75 basis poin hari ini menjadi hal yang luar biasa besar, dan ia tidak berharap pergerakan sebesar ini menjadi hal biasa.

Menurut Ibrahim, Fed akan melakukan apapun untuk mengurangi inflasi secara paksa dan tingkat terminal akan mendekati empat persen, dan bahkan mungkin lebih tinggi.

The Fed juga mengatakan akan menyusutkan neraca sebesar USD47,5 miliar per bulan, yang akan dimulai dari 1 Juni dan meningkat menjadi USD95 miliar pada September 2022.

"Investor sekarang menunggu keputusan kebijakan dari Bank of England (BOE). Di depan data AS, perumahan dimulai, dan klaim pengangguran awal akan jatuh tempo di kemudian hari," terangnya.

Dari dalam negeri, Ibrahim melihat adanya sentimen dari laporan Direktorat Jenderal atau Ditjen Pajak Kementerian Keuangan yang mengklaim adanya peningkatan tajam jumlah peserta program pengungkapan sukarela atau PPS menjelang batas waktu pendaftaran.

Pada Juni 2022 terjadi peningkatan pesat peserta PPS dari bulan-bulan sebelumnya. Pasalnya, Juni ini merupakan bulan terakhir peserta PPS dapat mengikuti program tersebut.

Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah ke level Rp14.767 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 22 poin atau setara 0,15 persen dari posisi Rp14.745 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona merah pada posisi Rp14.765 per USD. Rupiah melemah 22 poin atau setara 0,15 persen dari Rp14.743 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah justru berada di level Rp14.741 per USD atau naik tipis lima poin dari perdagangan di hari sebelumnya sebesar Rp14.746 per USD.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp14.750 per USD hingga Rp14.810 per USD," tutup Ibrahim.


(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id