Perusahaan Rintisan Perlu Dukungan untuk Akselerasi Bisnis saat Pandemi

    Angga Bratadharma - 16 Februari 2021 12:46 WIB
    Perusahaan Rintisan Perlu Dukungan untuk Akselerasi Bisnis saat Pandemi
    Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR



    Jakarta: Masa pandemi covid-19 dapat disebut sebagai seleksi alam bagi pelaku bisnis baik besar maupun kecil, termasuk perusahaan rintisan (startup). Namun, bisnis rintisan dinilai menjadi salah satu industri yang cepat beradaptasi dan bertahan di tengah pandemi covid-19.

    Sejumlah sektor rintisan menunjukkan kinerja yang baik dan diharapkan dapat menopang perekonomian nasional serta memenuhi kebutuhan masyarakat dalam situasi saat ini, khususnya rintisan berbasis teknologi seperti financial technology (fintech), health technology, education technology, hingga perusahaan pengembang teknologi.




    Untuk dapat terus tumbuh dan mengakselerasi perkembangan bisnis, perusahaan rintisan perlu mendapat dukungan, termasuk dalam bentuk pembiayaan. Harapannya agar perusahaan rintisan bisa terus memacu laju bisnisnya dan nantinya berdampak lebih besar terhadap perekonomian Indonesia.

    Head of Commercial Banking CIMB Niaga Widodo Suryadi optimistis industri rintisan akan memiliki peran yang signifikan dalam mendukung ekonomi Indonesia, khususnya dalam kondisi yang menantang saat ini. Penyediaan pembiayaan dan fitur operasional perbankan dapat mendukung dan membantu rintisan bertahan menghadapi tantangan pandemi dan terus berkembang.

    "Mendukung dan mendampingi nasabah serta mitra, termasuk rintisan, merupakan prioritas utama kami dalam masa sulit ini, dengan tujuan agar bisa saling menjaga keberlangsungan bisnis," kata Widodo, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 16 Februari 2021.

    Salah satu dukungan yang diberikan PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) yakni menjalin kerja sama dengan perusahaan pinjaman ventura (venture debt) di Asia Tenggara, Genesis Alternative Ventures (Genesis). Dukungan itu berupa penyaluran pembiayaan kepada perusahaan rintisan di Tanah Air dengan total komitmen sebesar Rp300 miliar.

    Venture debt adalah bentuk pembiayaan yang ditujukan kepada perusahaan-perusahaan berkembang yang menunjukkan prospek pertumbuhan yang besar dan perlu menjaga serta memperpanjang landasan kasnya guna mencapai tahap pertumbuhan, sekaligus mengurangi efek dilusi dari fund raising yang dilakukan.

    "Kami berharap komitmen dana yang telah kami siapkan bersama Genesis dapat menjadi alternatif sumber pendanaan bagi perusahaan rintisan potensial yang belum memenuhi kriteria pinjaman perbankan konvensional. Kami ingin memastikan pembiayaan yang berkesinambungan yang dapat memperluas bisnis mereka di dalam negeri hingga berskala regional," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id